Pangdam IX/Udayana Minta Pilkada Jangan Gaduh

  • Whatsapp
PANGDAM IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, mengacungkan jempol saat berterima kasih kepada pejabat kepolisian yang hadir saat pembagian sembako untuk warga terdampak Covid-19, Kamis (23/4) lalu. Foto: gus hendra
PANGDAM IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, mengacungkan jempol saat berterima kasih kepada pejabat kepolisian yang hadir saat pembagian sembako untuk warga terdampak Covid-19, Kamis (23/4) lalu. Foto: gus hendra

DENPASAR – Mengontrol tiga provinsi dengan sejumlah kabupaten/kota akan melangsungkan Pilkada Serentak 2020, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, memberi perhatian khusus. Terlebih kontestasi politik itu akan dilangsungkan dalam situasi negeri yang sedang dirundung pandemi Covid-19. Pesannya berintikan satu hal: kontestan pilkada jangan bikin kegaduhan.

Ditemui usai pembagian sembako kepada warga di Denpasar yang terdampak Covid-19, Kamis (23/4/2020), Pangdam menilai justru dalam kondisi suram seperti saat ini, yang dibutuhkan masyarakat adalah para calon pemimpin yang bisa memberi harapan. Adanya harapan itu bisa dilihat dari bagaimana bentuk program kegiatan yang akan dilakukan jika kelak kontestan menjadi kepala daerah. Jika memang programnya bagus, dia yakin masyarakat akan memberi penilaian positif. Demikian pula sebaliknya. “Jangan ciptakan suasana kegaduhan yang lain. Sampaikan saja apa programnya,” pinta jenderal bintang dua penghobi olahraga bersepeda itu.

Baca juga :  KPU: Penyelenggara Ad Hoc Pilkada Diberhentikan Sementara

Selain adu program, sambungnya, dia mengajak semua kandidat tidak saling menjelek-jelekkan pesaing. Alasannya, suasana kompetisi seperti itu akan menjauhkan masyarakat dari esensi pesta demokrasi itu sendiri. “Silakan sampaikan apa yang ingin dilakukan, dan buat masyarakat memberi pandangan positif atas calon tersebut dalam situasi seperti ini,” sebutnya.

Situasi kelesuan ekonomi saat ini, sambungnya, memang sulit dihadapi siapa saja. Karena itu, dia berpesan agar masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan, mengenakan masker, dan pembatasan sosial serta fisik. Dengan cara itu maka penyebaran virus Corona bisa dipersempit, dan mempercepat pemulihan situasi. Jika masyarakat tidak disiplin, ulasnya, maka kian sulit untuk menaksir kapan situasi susah ini akan berakhir. “Makin lama situasi ini, makin berisiko kehidupan kita, terutama dari segi ekonomi. Semoga ini lekas berlalu,” lugas perwira tinggi kalem tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.