DENPASAR – Di tengah pandemi Covid-19, siswa SMPN 8 Denpasar tidak hanya tetap melaksanakan tugas belajar secara daring di rumah, namun mereka juga tetap aktif berkrativitas dan berprestasi. Seperti dipersembahkan Ketut Ayu Bawaswari dan I Made Ramadita Diva Bagiasti.
Kedua siswa ini meriah juara I lomba macepat serangkaian Bulan Bahasa Bali dan HUT ke-233 Kota Denpasar yang diselenggarakan Disdikpora Kota Denpasar. Kepala SMPN 8 Denpasar, I Wayan Murah, sangat mengapresiasi capaian yang didapat oleh dua siswanya.
“Meskipun dalam konsisi pandemi saat ini, saya bangga kepada siswa yang telah mempersembahkan prestasi untuk sekolah tercinta. Semoga ini menjadi motivasi kita bersama agar terus menjaga semangat untuk terus berkreatifitas dan berinovasi untuk kemajuan SMPN 8 Denpasar,’’ ujarnya disela menerima piala juara I lomba macepat, Rabu (3/3/2021).
Ia berterima kasih kepada orangtua siswa, telah mendampingi putra-putrinya belajar dari rumah selama pandemi Covid-19. Termasuk prestasi di bidang seni budaya ini tak terlepas dari polesan orangtua kedua siswa, dan guru pembina di sekolah, Gusti Ayu Nyoman Aryawati dan Luh Nyoman Ayu Putri Tiksnawati.
‘’Walaupun sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti guru hanya memberikan pekerjaan saja kepada peserta didik, tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. Guru tetap berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya meskipun tidak dari dalam ruang kelas,’’ sebut I Wayan Murah.
Mengutip salah satu ajaran yang terkenal dari sang bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, Wayan Murah berujar, “Setiap orang menjadi guru setiap rumah menjadi sekolah.”
Ini artinya, pertama bahwa setiap anggota keluarga yang lebih dewasa harus dapat mengajarkan sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kedua bahwa setiap rumah hendaknya menjadi tempat bagi setiap anggota keluarga, khususnya anak- anak, untuk bisa memperoleh sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk kehidupan yang penuh makna di masa depan.
‘’Walaupun sekarang kita sedang mengalami pandemi Covid-19, dan pembelajaran untuk sementara menggunakan daring pendidikan karakter harus tetap berjalan. Prestasi yang dicapai siswa ini membuktikan pendidikan karakter telah dilaksanakan di rumah, sehingga membuahkan prestasi yang manis,’’ pungkasnya. tra






















