Diwarnai Ancaman DPP, Musda Golkar NTB Tetapkan Mohan Jabat Ketua Golkar

  • Whatsapp
WAKIL Sekjen DPP Partai Golkar yang juga pimpinan pleno Musda X dari perwakilan DPP Golkar, Hermanus Bele Hayong, menyerahkan bendera Partai Golkar kepada Mohan Roliskana yang disahkan sebagai Ketua Golkar NTB, Rabu (3/3/2021). Foto: rul
WAKIL Sekjen DPP Partai Golkar yang juga pimpinan pleno Musda X dari perwakilan DPP Golkar, Hermanus Bele Hayong, menyerahkan bendera Partai Golkar kepada Mohan Roliskana yang disahkan sebagai Ketua Golkar NTB, Rabu (3/3/2021). Foto: rul

MATARAM – Pelaksanaan Musda Golkar NTB yang sempat tertunda berulang kali, akhirnya berlangsung Selasa (2/3/2021) malam. Musda yang dibuka Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia; bersama Plt Ketua DPD Golkar NTB, Gde Sumarjaya Linggih; anggota DPR RI Sari Yuliati, dan dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, itu sempat molor dari jadwal. 

Penyebabnya, rivalitas memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar NTB antara Mohan Roliskana, Ahyar Abduh, Suhaili FT, dan Indah Damayanti Putri cukup mewarnai Musda di Hotel Santika, Kota Mataram itu.

Bacaan Lainnya

Sejak beberapa hari lalu terbetik kabar di internal Golkar NTB tidak menghendaki rencana DPP melalui Korwil Bali-Nusra dan anggota DPR RI yang mengarahkan seluruh kader mendukung Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, Mohan Roliskana, untuk dapat diaklamasi peserta Musda. Gde Sumarjaya Linggih alias Demer juga menebar ancaman akan membuat karateker alias Plt Ketua DPD II seluruh NTB jika tidak mendukung Mohan yang juga Wali Kota Mataram itu.

Meski ada ancaman dan lobi panjang dari pukul 16.00 hingga pukul 21.00, tetap saja peserta menghendaki adanya mekanisme pemilihan. Apalagi dua tokoh utama dan kader senior Golkar, HM Suhaili FT dan Ahyar Abduh, legowo mundur dan memberi suara mereka kepada Indah Damayanti Putri. Tetapi negosiasi itu tidak diterima perwakilan DPP maupun Demer, dan menyiapkan skenario Plt kepada para kader yang tidak menurut apa mau DPP.

Baca juga :  Pemkab Tabanan Gelar Rakor, Penegakan Disiplin Hukum Prokes Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Menginjak pukul 01.00, Rabu (3/3/2021) dini hari, akhirnya seluruh pemilik suara sepakat mencalonkan Mohan seorang, dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTB. DPP menginginkan Mohan karena masih menjabat kepala daerah, sedangkan Ahyar dan Suhaili telah dua periode menjabat kepala daerah di Kota Mataram dan Lombok Tengah.

“Jika alasan masih menjabat, kan ada Bu Indah yang juga terpilih kali kedua sebagai Bupati Bima. Lagi-lagi alasannya enggak rasional DPP ini. Bagaimana Pak Airlangga Hartarto bisa menjadi calon Presiden jika pola kepemimpinannya dipaksakan kayak begini ke kader,” sindir mantan Sekretaris MKGR NTB, HL. Winengan, Rabu (3/3/2021). 

Dia mengklaim tiga jam sebelum pelaksanaan Musda, DPP Golkar menerbitkan SK kepengurusan MKGR NTB telah berubah. Karena itu dia tidak bisa menjadi peserta Musda kali ini. 

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar yang juga pimpinan pleno Musda dari perwakilan DPP, Hermanus Bele Hayong, menyebut seluruh pemilik hak suara bulat mencalonkan Mohan Roliskana. “Dengan ini, maka Mohan resmi sebagai Ketua Partai Golkar NTB,” cetusnya.

“Pimpinan musyawarah menetapkan Haji Mohan Roliskana sebagai Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Barat periode 2021-2026,” imbuh Lalu Satriawadi disambut tepuk tangan peserta.

Ketua Panitia Musda Golkar NTB, Misbach Mulyadi, berkata Musda dihadiri 40 peserta dari perwakilan DPD kabupaten/kota dan organisasi sayap. Sementara itu, Demer minta kader dan pengurus Golkar seluruh NTB mendukung kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar NTB yang terpilih.

Baca juga :  Suiasa Hadiri Karya Mamungkah di Pura Dalem Kahyangan Kelan

“Setuju untuk mendukung kepemimpinan ketua yang terpilih? Kader harus bersatu solid mendukung ketua terpilih,” serunya lalu dijawab “setuju” oleh kader dan pengurus yang hadir.

Demer mengungkapkan, selama mengampu Plt Ketua DPD Partai Golkar NTB, ragam dinamika dialaminya dalam upaya menyolidkan lagi kader dan pengurus Golkar di NTB. “Naik turun hubungan kita, tetapi bagaimanapun pada akhirnya kita harus tetap bersatu, bergembira melakukan kerja politik,” ajaknya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.