Pandemi, Kasus Narkoba di Bangli Justru Meningkat

  • Whatsapp
KAPOLRES Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan (tengah) saat merilis kasus narkoba dan curanmor, Selasa (29/12/2020) di Polres Bangli. foto: ist

BANGLI – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Bangli, Bali mengungkap sejumlah kasus dengan barang bukti aneka jenis pada tahun 2020, terutama selama pandemi Covid-19. Ini berarti pandemi tak menyurutkan para pemain narkoba untuk mengedarkan barang terlarang tersebut, bahkan hingga ke daerah pegunungan dan perbukitan seperti Bangli.

Berdasarkan data di Polres Bangli, peredaran sabu-sabu (SS) yang diungkap meningkat dari 3,39 gram tahun 2019 menjadi 5,1 gram tahun 2020. Untuk ganja, pada tahun 2019 disita sebanyak 6,45 gram, sedangkan tahun 2020 hanya 6,25 gram dan 3 butir ekstasi. Dari data tersebut, kasus narkoba di Bangli selama pandemi naik 83,3 persen dengan jumlah 22 kasus dan tersangka 28 orang. Sebagai catatan, pada tahun 2019 Polres Bangli hanya mengungkap 12 kasus.

Bacaan Lainnya

“Mari selamatkan diri sendiri dan orang terdekat kita, agar sama-sama menjauhi narkoba. Jangan ada keinginan asal coba-coba atau gagah-gagahan, karena yang rugi diri sendiri dan itu akan berlangsung lama,” pesan Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, dalam rilis akhir tahun pada Selasa (29/12/2020) di Polres Bangli.

Selain narkoba, angka kriminalitas lain di Bangli selama pandemi juga mengalami kenaikan tajam, terutama kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang naik hingga 200 persen dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2020 curanmor ada sembilan kasus, sedangkan tahun lalu hanya tiga kasus.

Baca juga :  Terobosan Baru untuk Menyerap Aspirasi Masyarakat, Humas DPRD Buleleng Bakal Adopsi Program “Talkshow” DPRD Lumajang

Dari sembilan laporan itu, delapan di antaranya berhasil diungkap Polres Bangli. Untuk laporan pencurian dengan pemberatan (curat), tahun 2020 menurun sebanyak 56,25 persen. Tahun 2020 hanya ada tujuh kasus, sedangkan tahun lalu ada 16 kasus. “Semua kasus sudah berhasil diungkap, termasuk sisa kasus dari tahun lalu,” jelas Kapolres.

Dia menambahkan, kasus lain lain yang mengalami kenaikan adalah bunuh diri, yang mencapai 20 kasus pada tahun 2020. Angka itu naik lima kasus dibandingkan tahun 2019 yang hanya 15 kasus. ”Kebanyakan motif bunuh diri lantaran menderita penyakit menahun, dan selebihnya karena faktor keluarga,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.