Pandemi Corona Sulut Terjadinya Ledakan Angka Kelahiran

Ilustrasi ibu hamil. Ancaman terjadinya ledakan angka kelahiran juga terjadi di Bali akibat kebijakan di rumah saja menghindari Covid-19. Foto: net
Ilustrasi ibu hamil. Ancaman terjadinya ledakan angka kelahiran juga terjadi di Bali akibat kebijakan di rumah saja menghindari Covid-19. Foto: net

DENPASAR – Imbauan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai imbas dari penyebaran Covid-19 turut mempengaruhi angka kehamilan di Bali. Merujuk data yang dimiliki Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bali, terpantau ada peningkatan jumlah kehamilan yang cukup signifikan antara Maret-April 2020.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Perwakilan BKKBN Bali, Agus P. Proklamasi, di Denpasar, Selasa (26/5). Ia menjelaskan, angka kehamilan di Bali dalam rentang Januari-April 2020 mengalami fluktuasi. Pada Januari 2020 tercatat ada 18.238 kehamilan, kemudian bertambah 69 orang pada Februari 2020, sehingga jumlahnya menjadi 18.307 kehamilan.

Read More

Selanjutnya, pada Maret 2020 angka kehamilan mencapai 18.224, yang artinya berkurang 83 kehamilan dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan, dari Maret ke April terjadi peningkatan signifikan sebanyak 143 kehamilan, dari 18.224 kehamilan (Maret 2020) menjadi 18.367 kehamilan (April 2020).

“Perbandingan angka kehamilan bulan Maret ke April 2020 perlu mendapat perhatian bersama, karena berkorelasi dengan imbauan WFH akibat pandemi Covid-19. Artinya, imbauan WFH yang mulai berlaku signifikan sejak Februari cenderung mendorong terjadinya peningkatan kehamilan, yang kemungkinan merupakan kehamilan tidak terencana,” jelasnya.

Fenomena peningkatan kehamilan dipandang tidak dapat dianggap remeh, lantaran berpeluang besar menyulut ledakan kelahiran (baby boom). Fenomena ini dalam sudut pandang kependudukan kurang baik dan berisiko tinggi, terlebih terjadi di masa pandemi.

“Kelahiran di saat pandemi memiliki risiko, sebab dalam proses persalinannya selain memperhatikan persalinan juga harus memperhatikan potensi penularan Covid-19 antara petugas medis dan ibu yang melahirkan, andaikata sang ibu terpapar Covid-19. Akibat lainnya juga ditakutkan akan terjadi kehamilan dalam kondisi tidak sehat,” katanya. 015

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.