POSMERDEKA.COM, MATARAM – Mantan Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi, yang habis masa jabatannya pada 26 September 2023, menggegerkan publik NTB. Politisi kawakan itu memilih meninggalkan Partai Golkar yang membesarkannya. Dalam surat pengunduran diri yang ditulis Lutfi dan viral di media sosial, mantan Anggota DPR RI dua periode ini memilih bergabung ke PDIP. Lutfi juga minta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, agar menerimanya sebagai kader.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaninggrat, yang dimintai konfirmasi, membenarkan kabar terkait Lutfi menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai kader Golkar. Lutfi disebut memilih berlabuh ke PDIP selepas hengkang dari Golkar.
“Keputusan yang diambil beliau (Lutfi) ini dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Mungkin di PDI Perjuangan dia bisa lebih baik lagi, seperti mempercepat pembentukan Pulau Sumbawa hingga menelurkan cita-cita dan gagasan politiknya,” sebut Tiswan, Jumat (29/9/2023).
Soal surat pengunduran diri Lutfi dari Golkar, Tiswan berkata surat diajukan ke DPD Partai Golkar NTB. Hanya, belum diketahui pasti apakah pengunduran diri tersebut nanti diterima atau tidak oleh DPP Partai Golkar. “Benar, Lutfi sudah mengajukan surat pengunduran diri ke DPD Partai Golkar Provinsi, karena dia juga pengurus,” sambungnya.
Sebagai informasi tambahan, Lutfi sebelumnya tercatat sebagai kader Partai Golkar. Melalui partai berlambang beringin ini, dia menjabat dua periode sebagai anggota DPR RI serta diusung menjadi Wali Kota Bima periode 2018-2023. Dalam surat pengunduran dirinya, tersangka kasus korupsi ini juga memastikan dia bersungguh-sungguh untuk bergabung dengan PDIP. Dia memastikan dirinya dalam kondisi sadar, tidak atas dasar pengaruh orang lain.
“Dengan sadar, saya ingin berkhidmat dan ingin menjadi kader PDI Perjuangan,” tulis Lutfi seperti dikutip dari surat yang beredar. rul
























