Operasi Lilin Agung 2021 Tekankan Cegah Covid-19

  • Whatsapp
BUPATI Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyematkan pita kepada perwakilan Polres Bangli sebagai tanda dimulainya Operasi Lilin Agung 2021 di Polres Bangli, Kamis (23/12/2021). Foto: ist

BANGLI – Polres Bangli melangsungkan gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2021 di Polres, Kamis (23/12/2021). Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan didampingi Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. I Gede Putu Suwardana; dan Kapolres AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan.

Menurut Kapolres, untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 pihaknya menyiagakan 154 personel. Polres akan didukung tambahan 94 personel dari TNI serta instansi terkait seperti Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinas PU dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah mobilitas masyarakat, pintu masuk Bangli akan diperketat. “Di sejumlah objek wisata seperti Kintamani dan Penglipuran, termasuk di gereja yang ada, akan dibangun pos pengamanan,” terangnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak euforia berlebihan yang bisa menimbulkan kerumunan dalam merayakan pergantian tahun. Sebab, perayaan tahun baru saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. “Lakukan perayaan di rumah saja dengan menggelar silaturahmi dengan keluarga,” pesannya.

Bupati Sedana Arta saat membacakan amanah Kapolri menyebutkan, perayaan Nataru menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah, berkumpul, dan bersama dengan keluarga.

Juga bersukacita merayakan pergantian tahun di berbagai lokasi. Hal ini tentu meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat, dan berpotensi menimbulkan kerumunan, gangguan kamtibmas, dan penyebaran Covid-19.

Baca juga :  Wabup Sanjaya Bagikan APD untuk Petugas Medis

Dari pengalaman periode Nataru tahun lalu, sambungnya, peningkatan mobilitas masyarakat menyebabkan penambahan kasus konfirmasi sebesar 125 persen, dari 6.437 kasus/hari pada tanggal 26 Desember 2020 menjadi 14.518 kasus/hari pada tanggal 30 Januari 2021.

Lonjakan kasus pada Nataru 2020 perlu dijadikan pelajaran dalam rangka menghadapi Nataru 2021 ini. “Pada pelaksanaan Nataru tahun ini kita perlu lebih berhati-hati, khususnya dalam mengantisipasi penyebaran varian Covid-19 jenis B.1.1.529 (Omicron) yang mengakibatkan lonjakan kasus di beberapa negara,” terangnya.

Varian Omicron yang memiliki kecepatan penyebaran lima kali lebih cepat dari varian Delta, sambungnya, ditemukan di 103 negara dengan total 105.272 kasus. Termasuk di Indonesia, saat ini sebanyak lima orang teridentifikasi tertular varian Omicron.

“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di Tanah Air, jangan sampai terjadi penularan lokal. Kita harus berupaya menjaga situasi di Indonesia tetap baik, kita pertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah,” ajaknya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.