Obok-obok Pengadaan Masker, Kejari Periksa Delapan Camat, Penyerahan oleh Bupati Hanya Simbolik

  • Whatsapp
KEPALA Seksi (Kasi) Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra. Foto: ist
KEPALA Seksi (Kasi) Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra. Foto: ist

KARANGASEM – Delapan camat di Karangasem, Kamis (10/6/2021) diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem terkait dugaan korupsi masker jenis scuba tahun 2020 lalu. Pemeriksaan sejak pukul 08.30 itu dibagi dalam dua sesi, dan masing-masing sesi pemeriksaan menghadirkan empat camat. Mereka diminta keterangannya seputaran penyerahan masker untuk didistribusikan ke masing-masing warga di wilayahnya.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra; didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) M. Matulessy, berkata pemeriksaan delapan camat tersebut berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan oleh tim penyidik. Pemanggilan para camat ini sehubungan dengan perencanaan atau usulan dari desa kepada camat yang diteruskan kepada Bupati Karangasem (waktu itu), IGA Mas Sumatri. 

Bacaan Lainnya

“Itu usulannya. Kemudian setelah masker diadakan, pendistribusiannya melalui camat masing-masing. Lalu didistribusikan ke perbekel hingga kepala wilayah di tingkat banjar,” terangnya.

Usulan tersebut, kata dia, sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan, yakni merujuk jumlah penduduk di masing-masing kecamatan. Namun, lanjut Semara Putra, data itu direvisi karena untuk ASN, TNI dan Polri tidak mendapat masker.

Jaksa asal Bangli ini menerangkan, pembuatan masker dengan jumlah 512.799 potong itu hanya makan waktu 25 hari. Itu dikerjakan dua rekanan yang ditunjuk langsung oleh Dinas Sosial Karangasem, yakni Duta Panda Konveksi dan Addicted Konveksi. Setelah selesai pembuatan masker, tanggal 21 September 2020 dilakukan penyerahan secara simbolik oleh IGA Mas Sumatri di wantilan kantor Bupati.

Baca juga :  Pos Indonesia Salurkan Bantuan Korban Gempa Rp2,2 Miliar

“Dari keterangan camat kepada tim penyidik, saat penyerahan simbolik dari Bupati ke camat hanya diserahkan dalam bentuk tulisan, ada yang ngaku dalam bentuk bungkusan. Mereka mengaku tidak ngecek apakah ada masker atau tidak, jadi tidak tahu wujud maskernya,” ungkap Semara Putra.

Camat Kubu, I Nyoman Suratika, yang dimintai konfirmasi usai pemeriksaan, mengaku ditanyai seputaran pengetahuan tentang droping hingga pendistribusian ke tingkat desa dan banjar. “Seputaran itu saja materi pertanyaannya. Itu sudah berjalan sesuai dengan perencanaan, cuma memastikan masker ini sampai di tingkat bawah,” kata Suratika.

Saat masker sampai di kecamatan, dia melihat sudah dalam bentuk paking. Hanya, dia mendaku lupa kapan waktu diterimanya masker tersebut. Saat itu ketika ada informasi dari Dinas Sosial Karangasem bahwa masker akan diantar menuju kantor camat, dia menugaskan staf untuk menunggui.

“Ketika sudah sampai di kantor camat, kami langsung menghubungi perbekel hari itu juga. Dan hari itu juga langsung diambil,” jelasnya.

Kecamatan Kubu awalnya mengusulkan jatah masker sebanyak 100 ribu lebih. Namun, karena ASN, TNI dan Polri tidak dibolehkan, data tersebut direvisi menjadi 98 ribu lebih. Menurutnya, pembagian masker saat itu memang dibutuhkan masyarakat, dan dia pun cukup senang serta mengapresiasi langkah Pemkab Karangasem.

Soal bahwa pengadaan ini berbuntut menjadi kasus sangat, dia berujar sangat menyayangkan. “Tapi kami tidak melihat itu, karena itu ranah Kejaksaan jika ada oknum yang menyalahgunakan untuk berbuat yang tidak-tidak,” tandasnya.

Baca juga :  Coba Perkosa Istri Buruh, Majikan Ternak Ayam Dipolisikan

Kejari Karangasem ke depan masih akan melakukan evaluasi untuk memanggil saksi lain dalam pengembangan kasus pengadaan masker yang menelan biaya lumayan besar ini. “Kami lakukan evaluasi dulu, setiap saksi yang dipanggil keterangannya itu dikompilasi untuk bisa dijadikan acuan memanggil saksi lainnya,” imbuh Semara Putra. 

Kepala Dinas Sosial Karangasem, I Gede Basma, yang dimintai konfirmasi melalui telepon, enggan menanggapi kasus pengadaan masker ini. “Ampura (maaf) saya sedang rapat di Kuta. Ampura sekali, biar satu pintu silakan ke Sekda,” pintanya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.