DENPASAR – Bakal calon DPD RI, Gede Suardana, menjadi narasumber dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan mengusung tema “Mengawal Empat Konsensus Bangsa Demi Tegaknya Pemilu Serentak 2024 yang Bebas Politik Identitas”, di Denpasar, Selasa (21/2/2023).
Kegiatan yang dimoderatori Nyoman Wiratmaja itu agak seksi, karena diinisiasi anggota DPD RI, Made Mangku Pastika. Sekurang-kurangnya menghadirkan spekulasi Suardana “main mata” dengan Pastika untuk memuluskan langkahnya dalam kontestasi.
Suardana yang dimintai tanggapan soal unjuk mesra dengan Pastika sebagai sinyal politik tertentu, sempat tertawa. Meski membenarkan dalam diskusi yang dihadiri kaum milenial itu dia tampil hangat dengan Pastika, obrolan mereka lebih kepada hal-hal ringan. Kebetulan mereka duduk satu meja.
“Cerita yang kecil-kecil saja, misalnya beliau cerita soal pengalaman karir beliau saat bertugas di NTT, Papua dan Jakarta. Saya bicara soal masa-masa sering meliput beliau saat menjadi Ketua Tim Investigasi Bom Bali dan Kapolda Bali. Dulu sering ngepos di Polda Bali meliput pengungkapan kasus bom Bali,” kata Suardana.
Soal apakah “kemesraan” itu akan berlanjut hingga Pemilu 2024, Suardana menjawab diplomatis. Mantan Ketua KPU Buleleng itu mendaku sebuah kehormatan dipercaya menjadi pemateri dalam sosilisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Pastika selaku DPD RI.
Dia juga memuji Pastika sebagai tokoh senior yang banyak berjasa untuk Bali. “Saya kagumi beliau seperti tokoh-tokoh senior di Bali lainnya. Waktunya untuk belajar banyak dari beliau,” pujinya.
Disentil apakah obrolannya ada menyenggol soal dukungan elektoral untuk kontestasi DPD RI kelak, Suardana berujar belum membahas soal itu. Alih-alih bicara soal kepentingan politik, dia menggunakan momentum itu untuk memaksimalkan belajar. Minimal dapat menggali pengalaman dan pengetahuan kepemimpinan Pastika saat menjadi Kapolda Bali, juga di luar Bali, pun ketika menjadi Gubernur Bali.
“Jika proses pencalonan verifikasi rampung, dan beliau ada waktu, mungkin saja akan berlanjut diskusi tentang kontestasi DPD RI. Ya, karena beliau berpengalaman,” pungkasnya.
Suardana merupakan satu di antara 18 bakal calon DPD RI Dapil Bali, sedangkan Mangku Pastika merupakan tokoh senior cum Gubernur Bali periode 2008-2018. Suardana dan Pastika sama-sama berasal dari Kecamatan Seririt, Buleleng.
Lolos sebagai anggota DPD RI pada Pemilu 2019, Pastika memutuskan pensiun dari urusan politik pada Pemilu 2024. Karena perolehan suaranya cukup menggiurkan pada Pemilu 2019, Pastika didekati –dan menjatuhkan pilihan kepada– salah satu bakal calon DPD RI, I Wayan Geredeg. Hanya waktu yang memastikan apakah Pastika akan bertahan mendukung Geredeg, atau mungkin berpindah ke lain hati. hen























