DENPASAR – Fasilitas para bakal calon DPD RI untuk Pemilu 2024 pada tahapan verifikasi faktual (verfak), bisa dikategorikan cukup”dimanja” oleh KPU. Jika tim KPU kabupaten/kota kesulitan menemui pendukung bakal calon untuk verfak, tersedia opsi boleh melalui video call.
“Ketika misalnya masih juga teman-teman kabupaten/kota kesulitan menemui pendukung bakal calon itu, mungkin karena kesibukan atau apa, boleh dengan mengirim rekaman video dukungan,” terang anggota KPU Bali, Luh Putu Sri Widyastini, ditemui, Selasa (21/2/2023).
Dia menguraikan, ada empat cara untuk verfak di lapangan. Pertama, mendatangi langsung pendukung dimaksud; kedua, mengumpulkan para pendukung di satu tempat tertentu sesuai kesepakatan dengan petugas liaison officer (LO) bakal calon; ketiga, dengan melakukan video call.
“Keempat, ya dengan rekaman video. Caranya, pendukung itu memegang KTP sesuai data saat verifikasi administrasi. Kemudian menyebutkan nama, angka NIK, dan menyatakan mendukung. Sudah, itu saja,” paparnya.
Disinggung bagaimana menjamin otentisitas orang yang ada dalam video itu memang benar sama dengan orang di KTP, Widyastini berujar petugas LO yang menjamin. Sejauh ini, sambungnya, regulasi yang mengatur hanya menyebut cukup dengan rekaman video.
“Secara rigid memang tidak diatur, tapi kami yakin dengan kerja LO bakal calon. Lagipula pakai video itu kan pilihan terakhir jika terpaksa sekali, selebihnya bisa ditemui langsung saat verfak. Selain itu, KPU verfak tetap diawasi oleh Bawaslu,” ulasnya.
Sejauh ini, imbuhnya, belum ada temuan data vermin tidak sinkron dengan data hasil verfak. Hanya, dia tidak merinci bakal calon mana yang selesai verfak dan mana yang belum. “Masih jalan prosesnya, karena masih ada data sampel yang baru turun dari Silon. Nanti tanggal 26 Februari selesai verfak tahap satu, baru bisa kita lihat apa ada yang perbaikan atau tidak,” bebernya.
Saat verfak, tuturnya, temuan menarik di lapangan yakni ada petugas LO yang kesusahan mencari pendukungnya sendiri yang akan diverifikasi. Selain pindah tempat tinggal, orangnya juga sulit dihubungi. Meski begitu, dia membantah situasi itu terjadi karena adanya blokade bakal calon tertentu oleh kelompok oknum di wilayah tertentu.
“Nggak ah, nggak ada itu kami dengar. (Tidak ketemu pendukung) itu hanya soal teknis saja, LO saja yang tidak menemukan mereka karena orangnya sudah bergeser, bukan karena wilayah itu diblok kelompok lain yang tidak suka bakal calon tersebut,” sebutnya.
Muamar Kadafi, selaku LO bakal calon I Wayan Geredeg, saat dihubungi mengaku sampai kini sudah lebih dari 80 persen dukungan yang lolos verfak. “Kami upayakan sebelum tanggal 25 nanti sudah selesai 100 persen,” jawabnya via telepon.
Di kesempatan terpisah, bakal calon I Gede Suardana berujar sedang berusaha semaksimal mungkin lolos verfak. Menimbang jumlah sampling dukungan yang besar, butuh upaya ekstra untuk menjalankan. “Dengan dukungan besar dari tim penghubung di kabupaten/kota, semoga bisa mencapai target lolos verifikasi faktual,” sahutnya.
Suardana juga terus menjalin komunikasi dengan KPU Bali dan Bawaslu Bali berikut jajaran di kabupaten/kota se-Bali. “Saya percaya teman-teman penyelenggara sangat berusaha profesional dan penuh waktu melakukan verifikasi. Kami juga harus terus menjalin komunikasi agar persoalan yang timbul di lapangan bisa diselesaikan dengan baik,” imbuhnya menandaskan. hen























