Nestapa Warga Seraya Timur Kesulitan Air Bersih, Demi Air Jalan 3 Km, Lewati Tebing Curam

WARGA Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem harus menempuh jalan 3 km dan melewati tebing curam untuk memperoleh air bersih. Foto: ist
WARGA Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem harus menempuh jalan 3 km dan melewati tebing curam untuk memperoleh air bersih. Foto: ist

KARANGASEM – Warga Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, terutama wilayah Banjar Dinas Bukit Catu, Tinjalas, Tanah Barak dan Tukad Buah bagian atas, harus rela menempuh jarak beberapa kilometer untuk mendapat air bersih. Selain jauh, warga mesti harus melewati tebing sangat terjal, sehingga harus hati-hati saat berjalan.

Cukup itu saja? Ternyata tidak. Tantangan berikutnya adalah warga masih harus antre mendapat air bersih, karena jumlah warga yang mencari air di sumber mata air Bukit Kejumas sangat banyak. Masalahnya, air yang keluar sangat kecil, bahkan butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk membuat satu ember dengan volume 22 liter sampai penuh.

Bacaan Lainnya

Warga Banjar Dinas Bukit Catu, Ni Luh Metri (32), menceritakan pengalaman selama ini mencari air ke Bukit Kejumas. Dia mengaku dalam sehari bisa dua kali kesana dengan menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer, dengan waktu tempuh satu jam. Setelah sampai, harus antre pula menunggu giliran. 

“Ini saya sudah empat jam di sini, belum juga dapat giliran karena banyak yang lebih dulu datang,” keluh Metri saat ditemui di sumber mata air Bukit Kejumas, Selasa (13/9/2022).

Baca juga :  Pandemi Corona Rangsang Harapan Baru, Golkar Optimis Calon Penantang Lebih Berpeluang

Metri berujar ada rasa takut dalam perjalanan pulang dengan membawa satu ember air itu, karena harus melewati tebing yang curam. Tapi demi mendapat air bersih, semua rasa takut tersebut dia singkirkan, karena itu merupakan satu-satunya jalan untuk mendapat air bersih. Satu ember air itu dipakai untuk minum, memasak dan mencuci perabot. Jika habis, dia mesti kembali pergi ke Bukit Kejumas untuk mencari air.

“Kalau rasa takut itu tidak dilawan, di mana kita dapat air? Sementara air PDAM tidak bisa naik ke tempat kami. Kami mencari air sejauh ini diutamakan untuk minum dan memasak dulu, jika ada lebih baru digunakan untuk mandi. Kalau tidak cukup, ya cari lagi, rasa capek saya lawan demi mendapat air bersih,” lugasnya.

Kisah senada penuh nestapa inijuga diungkapkan I Nyoman Patra (45), yang harus menempuh jarak 3 kilometer dari rumah untuk sampai ke sumber mata air. “Dalam sehari ada puluhan orang yang antre mendapat air bersih di sumber mata air Bukit Kejumas. Jadi, siapa yang datang lebih dulu, dia yang dapat duluan. Yang datang belakangan harus nunggu beberapa jam,” tuturnya dengan ekspresi kelu.

Perbekel Desa Seraya Timur, I Made Pertu, mengakui kesulitan mendapat air bersih di wilayahnya memang terjadi sejak lama. Sialnya, sampai saat ini masih belum ada solusi terbaik, terutama untuk masyarakat yang tinggal di wilayah bagian atas. Sementara yang tinggal di wilayah bawah dapat air dari PDAM.

Baca juga :  PPDB SMPN di Denpasar, Siswa yang Gugur Jalur Zonasi Bisa Mendaftar Jalur Prestasi

“Tapi itu pun dapat airnya secara bergilir. Kadang seminggu sampai dua minggu baru dapat giliran,” terangnya.

Warga yang tinggal di wilayah bawah harus punya tempat penampungan air di masing-masing rumah, karena dapat airnya giliran. Namun, meski dapatnya giliran, itu lebih mending daripada tidak dapat sama sekali. Dia pun berharap semua pihak terkait bisa mencarikan solusi supaya masalah kekurangan air bersih bisa secepatnya teratasi.

“Bagi masyarakat kami, air merupakan hal yang sangat berharga. Bahkan mungkin lebih berharga dari emas,” ungkapnya.

Pertu menyebutkan untuk di wilayah Banjar Dinas Bukit Catu ada 170 kepala keluarga (KK) yang kesulitan mendapat air bersih, Banjar Dinas Tinjalas (185 KK), Banjar Dinas Tanah Barak (200 KK) dan Banjar Dinas Tukad Buah (150 KK). Semua masyarakat tersebut tinggal di wilayah atas. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.