Kumpul Bareng Ojol, Wakapolda Bali Dicurhati Judi Bola hingga Modus Hipnotis Jalanan

WAKAPOLDA Bali, Brigjenpol I Made Astawa, berdialog dan menyerap masukan para ojek online (ojol) saat kumpul bersama antara kepolisian dan ojol di Polsubsektor Diponegoro, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Foto: ist
WAKAPOLDA Bali, Brigjenpol I Made Astawa, berdialog dan menyerap masukan para ojek online (ojol) saat kumpul bersama antara kepolisian dan ojol di Polsubsektor Diponegoro, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – “Ibu dari tadi bengong, ada masalah? Kalau ada masalah, silakan telepon 110,” goda Wakapolda Bali, Brigjenpol I Made Astawa, sembari menunjuk seorang ojek online (ojol) yang duduk di depannya, saat kumpul bersama antara kepolisian dan ojol di Polsubsektor Diponegoro, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Yang ditunjuk jadi gelagapan, dan suasana jadi kian mencair. “Ahh nggak ada pak,” jawabnya kikuk, disambut tawa puluhan rekannya ketika topik pembicaraan membahas pentingnya hotline 110, untuk melaporkan adanya peristiwa atau gangguan kamtibmas.

Karena belum ada masukan, kemudian Wakapolda menunjuk seorang ojol laki-laki untuk bicara. Mungkin karena grogi, ojol bernama Kusuma Putra asal Sidemen, Karangasem itu malah tidak banyak bersuara. “Wah grogi ini,” kelakar teman-temannya dan polisi yang ada di lokasi.

Read More

Masukan serius baru muncul dari ojol bernama Thomas Sumadi. Dia curhat tentang adanya judi bola adil di Pasar Berawa, Badung. Masalahnya, gegara ada judi itu, dia kasihan karena sering melihat teman-teman sesama ojol main judi di sana. “Padahal cari uang susah, kasihan habisnya dipakai judi. Sudah sih ditangani polisi sana, cuma mohon agar polisi lebih aktif lagi menindak judi pak,” pintanya. Wakapolda yang didampingi Dirbinmas, Kombes Suwandi, dan sejumlah pejabat Polda terlihat serius menyimak cerita itu.

Thomas melanjutkan, selama beroperasi di Canggu dia menilai masalah bule tidak mengenakan helm sering terjadi. Saking seringnya terjadi, polisi di Canggu terkesan sampai malas menangani. “Malam minggu juga sering terjadi kecelakaan di Canggu, terutama WNA,” kisahnya.

“Terima kasih masukannya. Kita menekankan zero toleransi untuk judi. Saya tidak pernah judi, apa pun bentuknya,” ucap Wakapolda merespons masukan ojol.

Lebih jauh Wakapolda menjabarkan, di bawah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Polri memiliki slogan “Polri Bersama Masyarakat”, dan program ini yang disosialisasikan ke masyarakat. “Polisi itu memang harus bersama masyarakat, memang harus dekat. Jadi, masyarakat itu dilihat bukan hanya sebagai objek tapi juga subjek,” tegas arbituren Akpol 1992 tersebut.

Di kesempatan itu, Wakapolda juga mengingatkan agar waspada penipuan dengan modus iming-iming mendapat hadiah via pesan pendek. Ucapan itu direspons salah satu ojol yang berkisah ada kejahatan hipnotis yang menimpa temannya di daerah Tabanan. Ada juga yang menuturkan kejahatan bermodus diduga hipnotis di daerah Jalan Dewi Sri, Kuta.

“Ada orang minta tolong starter motor. Setelah motor distarter, orang nepuk punggung dan teman saya kayak orang linglung,” kisah ojol itu. “Tolong di kawasan itu dipasang CCTV untuk keamanan, soalnya waktu dicek kejadiannya suasana di sana gelap dan CCTV terlalu jauh,” sambungnya.

Menanggapi cerita itu, Wakapolda menjelaskan jajaran Polda Bali ada mengungkap sindikat bermodus seperti itu dengan pelaku dari Iran. Lokasi kejadian di Tabanan, Denpasar dan Badung. Mereka beroperasi dengan sewa mobil dari Jakarta, dan kini kasusnya masih dalam pengembangan.

“Untuk rekan-rekan, kalau ada yang malam-malam minta tolong di ATM agar dihindari, karena yang bisa itu petugas bank itu. Kita tingkatkan kewaspadaan supaya tidak jadi korban kejahatan,” pesannya mengingatkan. Sebagai apresiasi, usai kegiatan para ojol mendapat bingkisan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.