POSMERDEKA.COM, KUDUS – Dua tunggal putri tuan rumah, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari, berpeluang menciptakan ”all Indonesia final” Turnamen BWF Super 100 Indonesia Masters 2026, setelah kedua pemain itu melaju ke babak semifinal, Jumat (23/10/2026).
Kadek Dhinda melaju ke semifinal setelah mengalahkan wakil Jepang Nodoka Sunakawa, dengan dua gim langsung 21-18, 21-11, di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah.Sementara Mutiara Ayu menyingkirkan wakil Taiwan Wang Pei Yu, juga dengan dua gim 21-18, 21-9.
Usai laga tersebut, Kadek Dhinda mengatakan, kemenangan yang diraihnya karena dirinya bermain lebih lepas tanpa terbebani target maupun tekanan. “Pelatih juga meminta bermain lepas tanpa ada tekanan dan enggak usah ada beban apa pun. Main lepas saja seperti kemarin,” ujarnya.
Menurut Kadek Dhinda, pemain Jepang dikenal memiliki daya tahan, keuletan, dan pergerakan kaki yang baik sehingga dibutuhkan fokus serta kesiapan mental untuk menghadapi mereka.
Pada awal gim pertama, Kadek Dhinda sempat kesulitan ketika beberapa kali gagal melakukan pukulan net silang. Pelatih kemudian mengarahkannya untuk mengurangi permainan di depan net dan lebih banyak menempatkan kok ke area belakang lapangan.
Strategi tersebut dinilai efektif karena Kadek Dhinda mampu mengantisipasi serangan Sunakawa dari area belakang. “Buang ke belakang dulu saja, enggak apa-apa. Belakangnya dia juga enggak terlalu berbahaya, jadi saya masih bisa menahan serangannya,” katanya.
Pada gim kedua, persaingan kembali berlangsung ketat pada awal pertandingan. Namun, selepas jeda interval, Kadek Dhinda mampu meningkatkan konsistensi permainan dengan lebih sabar menghadapi reli panjang, hingga kemudian berhasil memperlebar keunggulan dan menutup gim kedua dengan 21-11.
Mutiara mengatakan keberhasilannya mencapai semifinal tidak terlepas dari persiapan dan penerapan strategi selama pertandingan. Menurutnya, kunci kemenangan atas Wang adalah bermain sabar, menjaga fokus, serta konsisten menerapkan pola permainan yang telah disiapkan.
Meski berhasil mencapai semifinal, Mutiara mengaku tidak memasang target terlalu tinggi dan memilih menikmati setiap pertandingan. “Jujur, saya ingin menikmati setiap pertandingan. Itu target saya,” kata Mutiara, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Keberhasilan Mutiara dan Kadek Dhinda mencapai semifinal membuka peluang terciptanya final sesama wakil Indonesia pada nomor tunggal putri. Kedua pemain berpeluang bertemu dalam pertandingan perebutan gelar juara apabila sama-sama memenangi laga semifinal.
Pada semifinal yang dijadwalkan Sabtu (24/10/2026) siang, Kadek Dhinda bertemu wakil China berperingkat 57 BWF Xu Wen Jing yang melaju ke semifinal setelah menang atas wakil Thailand Tidapron Kleebyeesun dengan dua gim langsung 21-17, 23-21.
Pertemuan ini menjadi kesempatan Kadek Dhinda untuk revans, mengingat dalam pertemuan pertama pada 17 September 2025 di ajang yang sama edisi sebelumnya, Kadek Dhinda yang memiliki peringkat 79 BWF menyerah dari Xu Wen Jing melalui pertarungan rubber game 21-13, 10-21, 19-21
Sementara, Mutiara Ayu di semifinal akan mencoba menantang wakil Hong Kong Lo Sin Yan Happy yang melaju ke semifinal setelah mengalahkan wakil Indonesia lainnya Dalila Aghnia Puteri, dengan dua gim langsung 21-13, 23-12.
Mutiara mengungkapkan bahwa pertandingan semifinal tersebut akan menjadi pertemuan pertamanya dengan Lo Sin Yan Happy karena keduanya belum pernah berhadapan dalam pertandingan internasional.
Karena itu, Mutiara Ayu akan mempelajari permainan calon lawannya tersebut melalui rekaman pertandingan serta berdiskusi dengan pelatih untuk menyusun strategi. yes























