POSMERDEKA.COM – Kontingen Indonesia mengakhiri Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, dengan finish di peringkat 8 klasemen akhir perolehan medali. Merah Putih mengoleksi 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu, sekaligus melampaui target pemerintah.
Indonesia mengumpulkan total 73 medali, melampaui target awal pemerintah sebanyak tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu, serta memenuhi sasaran finish di posisi 10 besar.
Medali emas terakhir Indonesia dipersembahkan tim boccia beregu campuran BC1/BC2 yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha setelah mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 pada pertandingan final, Sabtu.
Tambahan emas tersebut menjadikan boccia sebagai cabang olahraga penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia dengan empat medali. Sebelumnya, tiga emas boccia diraih Handayani dari nomor tunggal putri BC1, Gischa Zayana dari tunggal putri BC2, serta Felix Ardi Yudha dari tunggal putra BC2.
Sementara itu, cabang para atletik, para bulutangkis, dan para renang masing-masing menyumbangkan tiga medali emas. Dari para atletik, emas dipersembahkan I Kadek Yasa melalui nomor lempar cakram putra F57, Karisma Evi Tiarani dari lari 100 meter putri T63, serta Partin Muhlisin pada nomor 100 meter putra T63.
Tiga emas para bulutangkis diraih pasangan Muh Al Imran/Suryo Nugroho, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, serta Subhan/Rina Marlina.
Adapun pada cabang para renang, Maulana Rifky Yavianda menyumbangkan dua emas dari nomor 100 meter gaya punggung S12 dan 100 meter gaya bebas S12, sedangkan satu emas lainnya diraih Abdil Majid Rahman pada nomor 100 meter gaya dada SB7.
Dua emas Indonesia lainnya berasal dari para balap sepeda melalui Muhammad Fadli Imammuddin dan para tenis meja lewat pasangan Barce Layaba/Leli Marlina.
Selain tambahan emas boccia, Indonesia juga meraih satu perak pada hari terakhir melalui tim para angkat berat beregu campuran yang diperkuat Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi.
Dalam klasemen akhir, Indonesia berada tepat di bawah Thailand yang menempati posisi ketujuh dengan 19 emas, 40 perak, dan 66 perunggu. China memastikan gelar juara umum dengan 207 emas, 117 perak, dan 111 perunggu, diikuti tuan rumah Jepang dengan 64 emas, 60 perak, dan 62 perunggu. Uzbekistan melengkapi tiga besar dengan 45 emas, 49 perak, dan 51 perunggu.
Meski melampaui target pemerintah, pencapaian Indonesia di Nagoya masih berada di bawah hasil Asian Para Games Hangzhou 2022 ketika kontingen Merah Putih menempati peringkat kelima dengan 29 emas, 30 perak, dan 37 perunggu.
Meski demikian, capaian tersebut jauh melampaui target awal pemerintah yang menetapkan tujuh emas. Bahkan Kontingen Indonesia sukses menggandakan target perolehan medali emas dengan raihan 15 emas. “Ini kebanggaan bagi kami,” kata Chef de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani di markas kontingen Indonesia di Nagoya, Jepang, Jumat (23/10) malam,
Reda mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah bekerja selama persiapan hingga pelaksanaan pertandingan di Nagoya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan kepada kontingen Merah Putih selama mengikuti pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.
“Terima kasih atas segala dukungan dari warga masyarakat Indonesia, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di Jepang ini, atas doa, restunya, dan segalanya yang telah disupport kepada kami,” ujarnya, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Penetapan target sebelumnya mempertimbangkan kekuatan atlet, hasil persiapan, dan tidak dipertandingkannya para catur yang menjadi salah satu penyumbang emas Indonesia pada edisi Hangzhou 2022.
Pada Asian Para Games 2026, Indonesia menurunkan 103 atlet yang bertanding dalam 12 cabang olahraga. Salah satu cabang andalan Indonesia, para catur, tidak dipertandingkan pada edisi kali ini. yes























