Nekat Maling di Asrama TNI, Pelaku Dihadiahi Timah Panas Saat Ditangkap di Rumahnya

  • Whatsapp
KAPENDAM IX/Udayana, Kolonel. Kav. Jonny Harianto G. Foto: ist
KAPENDAM IX/Udayana, Kolonel. Kav. Jonny Harianto G. Foto: ist

BULELENG – Kasus pencurian barang milik salah seorang anggota TNI di Asrama TNI Kompi B Yonif R 900/SBW, di Jalan Surapati Singaraja, terungkap. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapendam IX/Udayana, Kolonel. Kav. Jonny Harianto G, dalam rilis tertulisnya di Makodam IX/Udayana, Denpasar, yang diterima pada Kamis (30/4/2020).

Menurut Kapendam Jonny Harianto, kejadian hilangnya barang milik korban yang merupakan salah seorang anggota TNI bertugas di Kompi B Yonif R 900/SBW terjadi pada Selasa (14/4/2020). Saat kejadian, kondisi asrama sedang sepi karena para personel Kompi B Yonif R 900/SBW sedang menggelar latihan dan dinas harian.

Bacaan Lainnya

Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh pelaku yang diketahui berinisial KM (27) untuk melakukan aksi kejahatannya dengan cara memanjat dan masuk melalui jendela rumah yang terbuka. Sedangkan rekan KM yakni MM (15) memantau situasi diluar. Aksi pelaku itu laluu diketahui dan diamankan oleh korban.

Saat diintrogasi, motifnya hanya karena faktor ekonomi. Atas kejadian tersebut, Komandan Kompi B Yonif R 900/SBW, Kapten Inf. Foco Aprianda langsung mengambil langkah dengan memanggil orangtua pelaku serta menyerahkan langsung ke Polres Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan oleh Kepolisian dan olah TKP serta keterangan saksi-saksi, ditemukan bukti yang cukup terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana, sehingga KM yang tak lain adalah otak pelaku pencurian tersebut langsung diamankan polisi dirumahnya.

Baca juga :  Denpasar Tambah 3 Positif Covid-19 dari Dokter yang Menulari Suami, Ipar dan Mertua

Hanya saja, saat dilakukan penangkapan di rumahnya, pelaku KM yang ternyata merupakan seorang residivis berusaha melarikan diri, sehingga polisi menembak kaki KM. ‘’Jadi, tindakan tegas terukur dilakukan oleh pihak berwenang. Itu dilakukan bukan saat di Markas Kompi B Yonif R 900/SBW, tapi saat penangkapan pelaku KM di rumahnya,’’ tegas Kapendam Jonny Harianto.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polres Buleleng, diketahui bahwa pelaku KM merupakan seorang residivis yang telah melakukan perbuatan pidana yang sama. Bahkan pelaku KM sempat menjalani hukuman pidana sebanyak dua kali pada tahun 2013 dan pada 2017 lalu. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.