Mulai Senin Depan Jembrana Lakukan PTM, Bupati Tamba Ingatkan Prokes Jangan Kendur

  • Whatsapp
BUPATI Tamba saat menggelar pertemuan dengan Satgas penanganan Covid-19 di aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis (16/9/2021). foto: ist

JEMBRANA – PPKM di Provinsi Bali turun ke level 3, termasuk di Kabupaten Jembrana. Dengan penurunan status itu, Pemkab Jembrana akan segera memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut terungkap saat pertemuan Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Bupati I Nengah Tamba di Aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis (16/9/2021).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri anggota Forkopimda Jembrana beserta Kepala OPD terkait, Bupati Tamba mengaku tengah menyiapkan PTM di tengah melandainya kasus Covid-19 di Jembrana.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah pernah selenggarakan pembelajaran tatap muka. Saat ini sedang kami siapkan segala sesuatunya. Termasuk membersihkan sekolah, mengingat ada juga ruang sekolah yang difungsikan sebagai fasilitas isoter,” ungkapnya.

Tamba menegaskan, terkait kesiapan PTM tersebut, pihaknya secara prinsip siap. Terlebih PTM sempat dilaksanakan sebelumnya dan sudah berjalan dengan baik. Namun seiring peningkatan kasus Covid-19 waktu itu, PTM ditunda kembali.

“Astungkara, penanganan berjalan baik, ditandai menurunnya angka kasus. Kita saat ini sudah turun level 3, maka Jembrana kembali bersiap untuk membuka kembali PTM. Rencananya kita mulai Senin (20/9/2021),” jelasnya.

Untuk sejumlah sekolah yang dijadikan tempat isoter, konsekuensinya mereka harus segera dibersihkan.“Saat ini ada sekolah-sekolah yang sebelumnya kita jadikan tempat isoter. Mungkin saja saat ini ada sekolah yang masih ada warga isoter, maka akan segera kita pindahkan dan selanjutnya tempat itu kita sterilisasi sehingga benar-benar aman dan bersih,” tegasnya.

Baca juga :  Saatnya Semua Harus Memulai Fase ''New Normal'' Hadapi Covid-19

Tamba juga meminta kepada semua warga masyarakat khususnya yang melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Gilimanuk termasuk fasilitas-fasilitas umum lainnya, agar selalu waspada.

“Karena kita sudah berada di level 3, ini tentu sudah terdapat kelonggaran-kelongaran. Namun demikian, kami tetap meminta agar jangan lengah dan selalu waspada. Mengingat sejumlah kelonggaran juga sudah diperbolehkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Kesiapan lainnya, Pemkab juga tengah merancang untuk memasang aplikasi Peduli Lindungi di sejumlah fasilitas publik. Saat ini yang sudah siap adalah Pelabuhan Gilimanuk dan diharapkan bisa diterapkan menyusul tempat-tempat umum lainnya.

Kepada Satgas baik ditingkat kabupaten sampai di tingkat desa, agar tetap gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Hal itu sangat penting untuk mendapatkan atensi dari semua pihak.

“Memang saat ini pandemi Covid-19 sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Keberhasilan kita turun menjadi level 3 ini merupakan buah kinerja dari semua komponen masyarakat. Meski demikian, saya harap jangan lengah karena Covid-19 selalu berada disamping kita,” pesan Tamba.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, mengatakan, kasus harian terkonfimasi Covid-19 di Jembrana pada tanggal 15 September 2021 sebanyak 20 orang, sembuh sebanyak 22 orang dan meninggal 1 orang.

Secara kumulatif kasus terkonfimasi Covid-19 di Jembrana sebanyak 5.887 orang, sembuh 5.502 orang (93,46%) dan meninggal dunia sebanyak 200 orang (3,40%). Untuk vaksinasi tahap I sudah mencapai 93,27% (215.131 orang), sedangkan vaksinasi tahap II sebanyak 56,54%. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.