POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung menggelar kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan di Kantor Camat Klungkung, Rabu (9/9/2026). Evaluasi ini dilaksanakan setelah Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) selesai melakukan pemantauan di dua desa sampel di Kecamatan Klungkung, yakni Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan.
Pemantauan tersebut mencakup empat bidang utama penyelenggaraan pemerintahan desa, yaitu bidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memberi apresiasi atas capaian tata kelola di dua desa sampel. Berdasarkan hasil evaluasi, kinerja administrasi di Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan dinilai sudah berjalan cukup baik.
“Kinerja administrasi yang positif dari kedua desa sampel ini hendaknya tidak berhenti di sini, tetapi dapat dijadikan percontohan dan direplikasi oleh seluruh desa lainnya di wilayah Kecamatan Klungkung,” tegasnya.
Meski demikian, dia memberi penekanan khusus pada beberapa catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa, terutama terkait percepatan pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Terkait administrasi kependudukan, Wabup minta seluruh perangkat desa untuk bergerak aktif mengimbau, dan mendampingi warga yang telah memenuhi syarat agar segera merekam KTP-elektorik serta mendaftar IKD. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam mengoptimalkan capaian IKD di Kabupaten Klungkung, karena sistem digital tersebut menjadi pintu masuk utama Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara mandiri.
“Perangkat desa harus berada di garda terdepan untuk menjemput bola dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya IKD ini,” serunya.
Sementara di sektor kebersihan, Wabup Tjok Surya menegaskan komitmen Pemkab Klungkung dalam menangani masalah sampah melalui teknologi pyrolysis di TOSS Center. Namun, dia menggarisbawahi efektivitas teknologi modern tersebut tidak akan maksimal tanpa adanya peran aktif masyarakat di hulu. Sistem pengelolaan sampah modern seperti di TOSS Center sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
“Karena itu, saya mendorong setiap desa untuk tidak ragu melahirkan terobosan dan inovasi mandiri dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing,” pesannya didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Gusti Ketut Suardika; Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Komang Widyasa Putra; Camat Klungkung, I Putu Arnawa, kepala OPD terkait, para perbekel serta perangkat desa se-Kecamatan Klungkung. baw
























