TABANAN – Bule Australia, Samuel Lockton, akhirnya minta maaf secara langsung dan datang ke Pura Dalem lan Pura Mrajapati, Desa Pakraman Kelaci Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (13/6/2022). Samuel pun mengikuti upacara bagian dari guru piduka, yakni prayascita durmanggala.
Upacara tersebut dipimpin Jro Mangku Prajapati dan Jro Mangku Dalem Gede. Ritual diawali dengan pembersihan dengan mengitari pohon beringin yang sempat dikotori dengan ulah bule tersebut. Setelah itu, si bule diperciki tirta, seraya menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang diperbuat, yakni memanjat pohon beringin yang disucikan di depan pura tersebut.
“I’m sorry, because I didn’t know it was a mistake. Forgive me it’s wrong (Saya minta maaf, karena saya tidak tahu itu merupakan kesalahan. Maafkan saya jika itu salah),” ujar Samuel di depan Jro Mangku Dalem Gede, Jro Mangku Prajapati, dan Bendesa Adat Kelaci Kelod, I Gusti Made Astawa.
Usai mengikuti upacara tersebut dan dimaafkan, Samuel yang diantar tiga orang dari Kantor Imigrasi Denpasar, kemudian bertolak dari pura tersebut. Sebelumnya, dia datang sekitar pukul 09.30 Wita, lebih awal dari yang dijadwalkan sekitar pukul 11.00 Wita.
Samuel mengikuti rangkaian upacara tersebut setelah ulahnya viral di media massa. Dia kepergok warga saat memanjat pohon beringin yang disucikan di depan pura tersebut. Alasannya, karena untuk keperluan konten sesuai hobinya.
Namun, ulahnya itu membuat warga tak terima, dan mengharuskan Samuel untuk menjalani semacam sanksi berupa upacara guru piduka. Bahkan, dalam pertemuan terbatas di Polsek Kediri, Samuel kemudian diserahkan ke Kantor Imigrasi di Denpasar.
Bendesa Adat Kelaci Kelod, I Gusti Made Astawa, mengatakan, dengan kejadian seperti yang dilakukan bule Australia tersebut bisa dijadikan pengalaman agar hal seperti itu tak terulang lagi. “Kami harapkan kejadian seperti itu tidak terulang lagi, agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tegasnya. gap























