Minta Kejelasan Nasib Jelang Dihapusnya Honorer, Sejumlah Tenaga Honorer Mengadu ke DPRD Buleleng

SEJUMLAH tenaga honorer saat mengadu ke DPRD Buleleng, Selasa (4/4/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Sejumlah tenaga honorer kategori 2 (K2) di Buleleng mendatangi kantor DPRD, Selasa (4/4/2023). Mereka meminta pemerintah memperhatikan nasibnya jelang dihapusnya tenaga honorer November 2023 mendatang. Kedatangan sejumlah tenaga honorer K2 ini diterima Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.

Perwakilan tenaga honorer di Pemkab Buleleng, Nyoman Suardana mengatakan, untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mereka tak bisa. Sebab kebanyakan dari mereka merupakan lulusan SMA. Saat ini, tenaga honorer K2 di Buleleng mencapai 234 orang.

Read More

Dari ratusan orang tersebut, sebanyak 88 orang merupakan tenaga honorer yang direkrut dengan SK Bupati. “Kebanyakan K2 ini, lulusan setara SMA jadi tidak terekrut. Rata-rata sudah mengabdi selama 18 tahun. Sudah sangat lama. Jadi, kami minta agar bisa diberikan solusi,” pinta Suardana.

Dia pun berharap, Pemkab bisa mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk bisa merekrut tenaga honorer K2. Sehingga, nasib mereka jelang penghapusan tenaga honorer tersebut bisa diperjuangkan.“Harapan kami agar dapat formasi. Apalagi November 2023 sudah diberhentikan rekrutmen honorer,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan para tenaga honorer dengan dengan rapat dengan pendapat yang di Komisi I DPRD serta BKPSDM dan perwakilan tenaga honorer K2 tersebut.

“Kalau memang bisa dilakukan sesuai aturan, ini diprioritaskan lewat usulan pemda. Kita akan tindak lanjuti lewat dengar pendapat di Komisi I serta Pj Bupati. Mungkin minggu depan,” ujarnya. edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.