BANGLI – Danau Batur sebagai sumber mata air di Bali mengalami pendangkalan dan kondisi airnya masuk dalam kategori tercemar, sehingga tidak layak dikonsumsi langsung. Guna mengurangi pencemaran, Pemkab Bangli menggandeng Komunitas Eco Enzyme Bali menebarkan ribuan liter cairan eco enzyme di perairan Danau Batur, Jumat (23/12/2022).
Acara dipusatkan di Jaba Pura Segara Batur dihadiri Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar; anggota DPR RI, I Nyoman Parta; Jero Penyarikan Ulun Danu Batur, Wakil Ketua DPRD Bangli sekaligus inisiator Komunitas Eco Enzyme Bangli, I Komang Carles; dan perbekel seluruh Kintamani.
Koordinator Gerakan Eco Enzyme Batur, Wayan Puja, menjelaskan, penebaran cairan eco enzyme ini sebagai bentuk kepedulian anggota komunitas penggiat lingkungan Bali setelah melihat kondisi Danau Batur. Mereka menebar sekitar 2.000 liter, dan rencananya akan dilakukan setiap bulan ke seluruh kawasan Danau Batur.
Dia menjelaskan, DR. Joean Oon sebagai pelopor gerakan sosial Eco Enzyme Internasional sempat meneliti air Danau Batur. Eco Enzyme disebut bersifat katalis saat dituangkan ke Danau untuk menghaluskan partikel air, sehingga air bisa bergerak dinamis mensuplai oksigen ke dasar Danau. “Mikro dasar danau jadi hidup, sehingga bisa mengurai,” katanya.
Lebih jauh disampaikan, komunitasnya mengumpulkan sumbangan eco enzyme dari anggota untuk kemudian dituangkan ke perairan Danau Batur. Perbandingannya 1 liter eco enzyme dicampur 1 kubik air (1.000 liter). “Kalau dibandingkan dengan volume air Danau Batur, jumlah (yang disumbangkan) tentu sangat kurang,” jelasnya.
Eco enzyme, sambungnya, juga bisa digunakan layaknya disinfektan alami. Sebab, sesuai hasil penelitian, eco enzyme mampu mengurai bakteri berbahaya menjadi bakteri positif, sehingga sangat ramah lingkungan.
Wakil Bupati Diar menambahkan, sebenarnya Pemkab Bangli masih menunggu juklak-juknis dari Perpres 60 tahun 2021, yakni pemerintah pusat menegaskan Danau Batur mesti diselamatkan. Untuk itu Bupati Bangli tetap berkoordinasi ke pusat bagaimana langkah-langkah selanjutnya menyelamatkan danau. Hanya, Pemkab sebatas bergerak pada fisiknya saja, seperti membersihkan sampah, memungut gulma, atau menata KJA.
“Sudah disampaikan ke masyarakat, selain memberi manfaat ekonomi, Danau Batur sebagai hulunya air di Bali perlu juga ikut dijaga. Kami mengucapkan terima kasih kepada komunitas penggiat lingkungan Bali yang menyumbang eco enzyme secara patungan,” pujinya. gia























