Miliki Etos Kerja Tinggi, Lulusan SMK PGRI 3 Denpasar Jadi Pemilik Masa Depan

KEPALA SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana; bersama Made Sutarjana dan Ketut Suarya, saat acara pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 3 Denpasar, Jumat (20/5/2022). Foto: ist
KEPALA SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana; bersama Made Sutarjana dan Ketut Suarya, saat acara pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 3 Denpasar, Jumat (20/5/2022). Foto: ist

DENPASAR – Sudah menjadi tradisi acara pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 3 Denpasar digelar di hotel. Hal ini link and match dengan SMK PGRI 3 Denpasar yang berbasis pariwisata.

Pada Jumat (20/5/2022), Kepala SMK PGRI 3 Denpasad, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., melepas 725 siswa kelas XII. Dari jumlah itu 337 siswa dari program keahlian Perhotelan dan 388 program keahlian Tata Boga.

Read More

Saat itu, Madiadnyana didampingi Kabid Pembinaan SMK Disdikpora Provinsi Bali, I Made Sutarjana; dan Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Ketut Suarya, M.Pd., menyerahkan siswa kepada komite sekolah. Pelepasan siswa ditandai dengan pengalungan insinye serta penyerahan penghargaan bagi siswa peraih nilai ujian tertinggi.

Sepuluh besar peraih nilai ujian tertinggi masing-masing, Sayu Kadek Meitha Maharani, Ni Putu Cindy Puspita Dewi, Ni Kadek Puspita Dewi, Dewa Ayu Putu Diah Ananda Putri, Valentina Mitta Febiana, Ni Ketut Asri Vikana Swari, Ni Komang Sancea Septriari, Putu Fitri Shavira Indah Sari, Ni Putu Dian Sri Wahyuni, dan Ni Wayan Tata Ayu Atmaning Lestari.
Madiadnyana mengungkapkan, acara pelepasan pada hakekatnya memiliki tiga makna yakni sebagai sujud syukur, selanjutnya mohon doa restu kepada guru dan pamitan untuk menempuh kehidupan yang lebih tinggi. Dia menjamin lulusannya tidak ada yang menganggur karena mereka dibekali dengan keilmuan dan kompetensi dan berdaya saing tinggi.

Madiadnyana mengungkapkan, sesuai dengan pengakuan stakeholder, lulusannya memiliki etos kerja yang tinggi. Ini menunjukkan kualitas PBM dan kompetensi keahlian yang diberikan di sekolah relevan dengan dunia kerja.
Hasil survei menunjukkan, masa tunggu lulusannya sangat singkat yakni satu bulan sudah bekerja. Kuncinya, harus berani memulai usaha dan melamar pekerjaan. Setelah itu mereka harus bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja iklas di tempat kerja. Ini pas dengan tema pelepasan kali ini yakni “Spesialkan Dirimu Teruslah Melangkah”.
Madiadnyana yakin pariwisata Bali akan bangkit. Itu artinya kesempatan lulusan SMK PGRI 3 Denpasar untuk bekerja sangat luas di sektor pariwisata. Namun demikian, ia meminta lulusannya tak memilih-milih pekerjaan.
Bagi masyarakat yang ingin Putra-putrinya cepat bekerja, dia mengajak bergabung dengan SMK PGRI 3 Denpasar di Jl. Narakusuma, Denpasar. Tiap tahun sekolah ini akan menerima 700 siswa untuk program keahlian Perhotelan dan Tata Boga.

Ketua PGRI Kota Denpasar, Ketut Suarya, mengatakan, SMK PGRI 3 Denpasar sejak lama dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan bermutu, berkualitas dan berpengalaman pengelola pendidikan. SMK PGRI 3 Denpasar, kata Suarya, pas di jalan misi SMK sebagai pencetak tenaga kerja profesional.

Sementara itu, Kabid Pembinaa SMK Disdikpora Provinsi Bali, I Made Sutarjana, meminta lulusan SMK PGRI 3 Denpasar untuk tak berhenti studi setelah tamat SMK. SMK PGRI 3 Denpasar, lugas Sutarjana, sudah membentuk human capital berbasis pendidikan vokasi guna menjamin masa depan.

Karenanya, ia meminta lulusan SMK PGRI 3 Denpasar teruslah melanjutkan studi bisa kuliah sambil bekerja guna memenangkan persaingan di era global. Kedua, siap menggarap sektor informal di kota dan di desa agar tak kalah bersaing dengan naker asing. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.