Menkominfo: Siaran TV Analog Beralih ke Digital Mulai 2 November 2022

  • Whatsapp
SOSIALISASI dengan tema “Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran Televisi Digital” di Jimbaran, Sabtu (12/12/2020). Foto: ist
SOSIALISASI dengan tema “Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran Televisi Digital” di Jimbaran, Sabtu (12/12/2020). Foto: ist

MANGUPURA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan, mendukung upaya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bersama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo RI, melakukan sosialisasi pengembangan wilayah perbatasan melalui pembangunan akses penyiaran. Hal tersebut dinilai sangat relevan dengan topik dari sosialisasi menjaga Indonesia dan perbatasan.

Menkominfo menyebutkan, pada 2 November 2022 Indonesia akan mulai melakukan ASO (Analog Switch Of), yaitu peralihan siaran analog ke digital. Hal itu secara otomatis akan mengakhiri siaran analog di Indonesia. Untuk itu KPI dan Kominfo bersama DPR RI mempunyai peran bersama dalam menyukseskan hal itu. Sehingga digitalisasi penyiaran nasional bisa dilaksanakan secara penuh.

Bacaan Lainnya

Kominfo bersama KPI dan Bakti harus memastikan akses masyarakat mendapatkan layanan TV tidak berkurang dan justru menerima banyak manfaat dari siaran digital. ‘’Peralihan sistem siaran ini harus menempatkan masyarakat di tengah-tegah proses tersebut. Kesetaraan akses itu penting dibarengi dengan peningkatkan penyiaran,’’ ujar Menkominfo Johnny G. Plate dalam keterangannya melalui zoom meeting saat sosialisasi dengan tema “Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran Televisi Digital” di Jimbaran, Sabtu (12/12/2020).

Sementara Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama dari Bakti serta Kemkominfo pada kegiatan sosialisasi dan publikasi tersebut. Hal dilakukan dalam rangka persiapan menghadapi migrasi siaran analog ke digital pada 2022.

Baca juga :  Faktor Kultural Redupkan Geliat Perempuan di Politik

Pihaknya berharap sosialisasi seperti itu dapat dilakukan secara periodik dan terus menerus, sehingga masyarakat nantinya dapat menangkap pesan dan memahami serta bersiap diri menghadapi alih teknologi siaran. ‘’Tujuan dari acara ini adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui bahwa dua tahun lagi, tepatnya pada tanggal 2 November 2022 kita akan beralih dari siaran analog kepada siaran digital,’’ terangnya.

Asisten III Pemerintah Provinsi Bali, I Wayan Suarjana, berharap dengan digitalisasi penyiaran nantinya, hal itu akan dapat menyediakan transmisi siaran di wilayah-wilayah yang mengalami blankspot yang belum terlayani siaran. Karena itu pihaknya berharap komitmen Bakti untuk membantu wilayah-wilayah yang tidak dapat menangkap siaran itu, baik radio maupun TV.

Sebab ketiadaan siaran dapat menyebabkan wilayah itu tidak menarik untuk dikembangkan secara ekonomi. ‘’Pemprov Bali berharap dengan digitalisasi penyiaran akan dapat menyediakan transmisi siaran di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini akan memperluas dan memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang sejalan dengan visi pemerintah provinsi,’’ harapnya.

Ketua Komisi 1 DPR RI, Meutya Hafid, menyampaikan, bahwa pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah terkait digitalisasi siaran. Sebab Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri dari beragam kondisi geografis wilayah. Digital diharapkan bisa menjadi solusi agar kita bisa mengatur lebih baik lagi siaran-siaran khususnya di perbatasan.

‘’Kita ingin dengan digitalisasi penyiaran kualitas siaran menjadi lebih baik. Isi siaran menjadi lebih beragam yang tidak kalah penting membantu kita untuk membatasi atau lebih mendorong lagi pertahanan negara terutama dari wilayah-wilayah perbatasan melalui informasi,’’ harapnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.