Menang di Bawaslu, Mo-Novi Siap Rangkul Rival Wujudkan Sumbawa Gemilang

  • Whatsapp
Sambirang Ahmadi. Foto: rul
Sambirang Ahmadi. Foto: rul

MATARAM – Putusan Bawaslu NTB yang menolak semua dalil dugaan pelanggaran yang dilaporkan paslon Pilkada Sumbawa nomor urut 5, Syarafuddin Jarot–Mokhlis, terkait paslon Mahmud Abdullah–Dewi Noviany (Mo-Novi) diapresiasi tim pemenangan paslon Mo-Novi. Di sisi lain, Mo-Novi dinyatakan siap merangkul rivalnya, termasuk Jarot-Mokhlis, untuk membangun Sumbawa.

Ketua Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi, Selasa (12/1/2021) mengklaim sedari awal memprediksi pelaporan dugaan pelanggaran secara terstruktur, sistemik, dan masif (TSM) itu bakal ditolak majelis hakim Bawaslu NTB. Sebab, barang bukti dan saksi yang diajukan tidak mampu membuktikan terjadinya pelanggaran secara TSM. Apalagi saksi paslon Jarot-Mokhlis di semua TPS enanda tangani hasil penghitungan suara.

Bacaan Lainnya

“Saya kira putusan Bawaslu sudah jelas. Ini adalah proses demokrasi yang harus kita hormati dan terima dengan lapang dada, yakni Mo-Novi tidak terbukti melakukan tindakan dan perbuatan yang dituduhkan pelapor,” kata Sembirang.

Politisi PKS itu berkata menghargai sikap paslon Jarot-Mokhlis yang mengajukan persoalan dugaan pelanggaran TSM Pilkada Sumbawa ke Bawaslu NTB. Hanya, dengan adanya putusan yang menolak semua gugatan, seyogianya hasil itu juga harus diterima semua pihak, terutama paslon Jarot-Mokhlis sebagai pelapor. Proses sidang pembuktian yang cukup panjang sudah ditempuh dan dilalui bersama.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Denpasar Tutup Kembali Fasilitas Publik

“Sekarang sudah ada hasilnya, ya baiknya putusan paslon Mo-Novi sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Sumbawa perlu juga diterima dengan fair (adil),” tegasnya.

Terkait didaftarkannya gugatan sengketa hasil Pilkada Sumbawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran selisihnya tipis, sekali lagi Sembirang berujar menghargai langkah hukum lanjutan paslon Jarot-Mokhlis. Meski demikian, jelasnya, antara persidangan di Bawaslu dan MK memiliki perbedaan signifikan. Jika gugatan di Bawaslu akan berhadapan dengan paslon lawan, di MK penggugat akan berhadapan dengan penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu.

“Kami masih sangat optimis, proses di MK juga akan siap kami hadapi dan menangkan seperti di Bawaslu NTB. Apalagi kuat dugaan kami yang dipersoalkan di MK juga sama seperti di Bawaslu,” sambungnya.

Sembirang menambahkan, tidak ada intervensi sama sekali kepada majelis hakim di Bawaslu NTB untuk memenangkan Mo-Novi. Sejak awal persidangan, ulasnya, berjalan terbuka dan transparan. Bahkan disiarkan langsung melalui laman Facebook Bawaslu NTB, sehingga masyarakat dari kalangan manapun dapat mengakses informasi di persidangan tersebut.

Senada dengan Sembirang, Dewan Penasihat Tim Koalisi Mo-Novi, Asa’at Abdullah, berujar kemenangan paslonnya merupakan kemenangan rakyat Sumbawa. Dia memastikan ditolaknya gugatan tidak akan dirayakan melalui euforia berlebihan, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Kami ingin mengajak semua paslon, termasuk Jarot-Mokhlis, untuk membangun dan mewujudkan Sumbawa Gemilang,” ucapnya.

Baca juga :  Bupati Suwirta Sambangi Rumah Januartika, Warga Bali di Kapal Diamond Princess

Ketua Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi, Kusnaini, menambahkan, ditolaknya semua gugatan pelapor terlihat sangat sesuai dengan kesimpulan yang dilayangkan pihaknya pada sidang sebelumnya. Menyinggung gugatan lanjutan di MK, Kusnaini mendaku menghormati langkah tersebut. “Kami sudah menyiapkan tim hukum di persidangan MK. Prinsipnya, Mo-Novi akan siap melakukan pembelaan dan jawaban terkait tudingan yang akan dituduhkan,” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.