Melaspas dan Rsi Gana Gempong Asu di Parahyangan SDN 9 Kesiman

ANGGOTA DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, saat mendem pedagingan di Padmasana SDN 9 Kesiman. Foto: ist
ANGGOTA DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, saat mendem pedagingan di Padmasana SDN 9 Kesiman. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SDN 9 Kesiman kini memiliki parahyangan sekolah yang representatif dan megah. Bertepatan dengan hari raya Saraswati, Sabtu (4/4/2026), dilangsungkan upacara Melaspas lan Rsi Gana Gempong Asu di Padmasana, Tugu Karang, Pengulun Tukad dan pelinggih Durgamaya. Upacara di-puput Ida Pedanda Anom Surya Puja dari Griya Tegeh.

Puncak karya dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, serta undangan lainnya. Saat itu, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya mendem pedagingan di Padmasana.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN 9 Kesiman, I Putu Agus Sucipta Ariawan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu jalannya prosesi upacara sehingga berjalan sukses dan lancar, baik para guru dan pegawai, murid, orang tua/wali murid, dan masyarakat Banjar Ujung, Kesiman. Ia mengaku bahagia dan bersyukur tak ada halangan berarti selama upacara berlangsung.

‘’Ini semua berkat anugerah Ida Hyang Widhi Wasa,” ucapnya didampingi Manggala Karya, I Made Dwi Putra Parana Sandi.

Agus Sucipta Ariawan yang juga Ketua K3S Kecamatan Denpasar Timur ini mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar pada SDN 9 Kesiman. Di awali tahun 2022, sekolah ini mendapatkan bantuan tembok penyengker.  Selanjutnya, tahun 2023 dibangun gedung lantai dua dengan sepuluh ruang belajar. Berlanjut pada tahun 2024 yakni penataan halaman sekolah, dan tahun 2025 pembangunan parahyangan sekolah berupa pelinggih Padmasana, Tugu Karang, Pengulun Tukad, dan pelinggih Durgamaya.

Ia menyebutkan, biaya upacara Melaspas dan Rsi Gana Gempong Asu bersumber dari Pemkot Denpasar serta punia dari wali murid SDN 9 Kesiman. Karenanya, ia mengatakan, semangat kerja keras para guru dan pegawai, murid, orang tua/wali murid serta krama Banjar Ujung, Kesiman, mengalahkan semua beban berat yang dipikul. Saat demikianlah, ia merasa tak ada artinya seorang kepala sekolah tanpa didukung dewan guru dan pegawai, murid dan orang tua/wali murid serta masyarakat. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses