Melanggar Batas Tinggal, WN Republik Ceko Dideportasi

PETUGAS Imigrasi Singaraja saat mengantar DS warga negara Ceko yang dideportasi ke negara asalnya karena overstay pada Senin (17/1/2022). Foto: ist

BULELENG – Seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko, berinisial DS (35) dideportasi ke negara asalnya oleh Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Senin (17/1/2022). Deportasi dilakukan mengingat perempuan tersebut terbukti telah tinggal di wilayah Indonesia melebihi batas waktu izin yang berakhir pada 27 Oktober 2021 atau overstay.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Nanang Mustofa, mengatakan, tindakan administrasi berupa deportasi terhadap DS berkewarganegaraan Ceko berawal dari adanya informasi Polres Karangasem. Menurut informasi itu, ada seorang WNA yang meresahkan di wilayah Amed dan Manggis, Karangasem yang termasuk wilayah kerja Imigrasi Singaraja.

Bacaan Lainnya

‘’Dari laporan yang kami terima, jika yang bersangkutan (DS) dilaporkan terlihat sangat lusuh, ketakutan, kebingungan, dan juga meninggalkan barang-barang bawaannya. Yang bersangkutan sempat diamankan warga ke Polsek setempat,’’ kata Nanang Mustofa.

Dari informasi tersebut, pihak Imigrasi Singaraja melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap paspor dan izin tinggal DS. Dari hasil verifikasi, paspor Republik Ceko dengan No. 45883106 yang dipegang DS masih berlaku hingga 14 Agustus 2029. Sedangkan izin tinggal kunjungan telah habis berlakunya pada 27 Oktober 2021 lalu.

Baca juga :  Dua Medali Bulutangkis Dongkrak Indonesia ke Posisi 35

‘’Kami kemudian melakukan upaya koordinasi. Dan berdasarkan hasil koordinasi dengan Sekretaris Duta Besar Republik Ceko di Jakarta, diperoleh informasi bahwa paspor Republik Ceko yang dimiliki oleh DS adalah sah dan masih berlaku serta dapat digunakan untuk kembali ke negaranya,’’ jelas Nanang.

Setelah pemeriksaan dan proses administrasi selesai, akhirnya DS dikenakan sanksi tindakan administrasi Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan. Selanjutnya DS dideportasi pada Senin (17/1/2022) pagi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan tujuan akhir Praha, Ceko.

‘’Tindakan administratif Keimigrasian ini merupakan bentuk nyata dari penegakan hukum Keimigrasian di wilayah kerja Imigrasi Singaraja. Pengawasan akan terus kami lakukan terhadap keberadaan warga asing, dengan menggelar operasi gabungan maupun tertutup,’’ pungkas Nanang. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.