Media Sosial Strategis untuk Sosialisasi Bahaya Narkoba

  • Whatsapp
SOSIALISASI P4GN melalui workshop digelar BNNK Buleleng melibatkan sejumlah awak media atau jurnalis di Buleleng sebagai peserta, Jumat (25/6/2021). Foto: rik
SOSIALISASI P4GN melalui workshop digelar BNNK Buleleng melibatkan sejumlah awak media atau jurnalis di Buleleng sebagai peserta, Jumat (25/6/2021). Foto: rik

BULELENG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng, pada Jumat (25/6/2021) menggelar workshop penguatan kapasitas kepada insan media untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba di Kabupaten Buleleng. Agenda workshop melibatkan sejumlah awak media di Buleleng.

Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa, mengatakan, sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaraan Gelap Narkotika (P4GN) terus digencarkan BNNK Buleleng, melalui kampanye narkoba, tes urine berkala serta membentuk para pegiat antinarkoba. Program sosialisaai P4GN khusus di Buleleng ini, diakui AKBP Astawa, bisa dikatakan sudah berjalan dengan baik, jika ada kontribusi positif dari setiap komponen masyarakat dalam upaya-upaya pencegahan, dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di wilayah Buleleng.

Bacaan Lainnya

‘’Tugas ini bukan hanya menjadi tugas dari BNN atau instansi yang terkait, melainkan juga peran dari semua komponen masyarakat. Untuk itu diharapkan, masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam mencegah peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,’’ kata Astawa.

Salah satu upaya untuk mencegah bahaya penyalahgunaan dan peredaraan gelap narkotika di Buleleng, adalah edukasi melalui diseminasi informasi P4GN. Untuk itu, diperlukan sinergitas dengan insan media diperlukan dalam hal mempercepat proses edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika.

Baca juga :  245 Nakes di Gianyar Tak Penuhi Syarat Vaksinasi

Astawa berharap, ke depan ada Memorandum of Understanding (MoU) antara BNNK Buleleng dengan Pemkab Buleleng dalam pemberantasaan narkoba. ‘’Sosialisasi terus dilakukan. Dan, khusus Dinas Kominfosanti agar memberikan informasi kepada masyarakat dalam pemberitaan pemberantasaan penyalahgunaan narkoba,’’ seru Astawa.

Sementara Kepala Diskominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan, tak menampik, jika kasus peredaran narkoba cukup tinggi di Buleleng, bahkan menyasar semua kalangan. Suwarmawan yang juga sebagai pemateri dalam sosialisasi ini juga sependapat, sosialisasi P4GN harus digencarkan semua pihak.

Informasi bahaya narkoba atau narkotika, selain melalui insan media, juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan media sosial (medsos), dalam hal upaya menyebarluaskan informasi terkait bahaya narkoba, agar masyarakat paham dan menghindari narkoba.

‘’Dengan keberadaan sosial media saat ini justru sangat efektif dalam penyebaran informasi sebagai upaya untuk pencegahan dari kasus peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Buleleng, sehingga ke depan Buleleng bisa terbebas dari narkoba,’’ pungkas Suwarmawan. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.