Mayat Perempuan yang Ditemukan di Melaya Diduga Korban Kejahatan

TIM Inafis Polres Jembrana melakukan olah TKP penemuan mayat perempuan, yang belakangan diketahui Gusti Agung Mirah Lestari, warga Kabupaten Badung, Selasa (23/8/2022). foto: dok

JEMBRANA – Warga Dusun Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (23/8/2022) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan.

Mayat perempuan itu ditemukan di got pinggir jalan jalur Denpasar-Gilimanuk atau kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Setelah diidentifikasi, mayat tersebut ternyata I Gusti Agung Mirah Lestari (42), warga Kabupaten Badung yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Read More

Jenazah Mirah Lestari yang semula dilabeli Mrs X—karena tanpa identitas, pertama kali ditemukan di pinggir jalan Denpasar – Gilimanuk, sekitar pukul 08.00 Wita oleh pasangan suami-istri yakni, Hikmah dan Usman, warga Desa Melaya. Keduanya saat itu hendak mencari rumput.

Saat ditemukan sekujur tubuh korban lebam dan terdapat beberapa luka termasuk di areal pusar serta mengeluarkan darah dari hidung dan telinga. Saat ditemukan, almarhumah Mirah memakai celana panjang jeans warna biru tua dan baju kemeja lengan panjang warna biru dongker.

Almarhumah juga diketahui memakai jam tangan hitam tali kuning merk Hos Copies di tangan kiri dan anting bermotif bunga di telinga kanan. Atas temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian sehingga pihak kepolisian langsung turun melakukan evakuasi.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP M Reza Pranata, seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat tersebut. Jenazah yang awalnya Mrs X akhirnya diketahui identitasnya.

Setelah dilakukan identifikasi korban diperkirakan berusia kurang lebih sekitar 40 tahun dan salah satu keluarganya sudah ada yang mengenalinya. “Kami sudah kedatangan salah satu keluarga korban. Meskipun demikian, jadi kami sekarang masih melakukan upaya penyelidikan dan sebagainya,” jelas AKP Reza.

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk selanjutnya pihaknya juga berencana melakukan autopsi. “Sementara itu dulu yang bisa kami sampaikan. Untuk yang lain-lain nanti. Pasti akan kami sampaikan,” katanya singkat.

Dikonfirmasi terpisah, AA Wiraninggrat (61) salah seorang yang mengaku kerabat almarhumah saat ditemui di RSU Negara mengatakan, bahwa almarhumah memiliki satu putri yang sedang kuliah dan seorang putra yang masih duduk di bangku SMP. “Dia (almarhumah) dan anak-anaknya tinggal di Buduk, Mengwi. Kalau saya tinggal di Kapal, Mengwi, Badung,” kata Wiraninggrat.

Disinggung ciri yang meyakinkan bahwa korban itu alamarhumah IGA Mirah Lestari (42), menurutnya yang lebih tahu adalah kakak kandung korban. “Itu Gung De kakak kandung korban,” katanya sambil menunjuk sosok pria yang sedang berbicara dengan Kasat Reskrim Polres Jembrana.

Informasi yang dihimpun, IGA Mirah sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya di Buduk, Badung. Saat meninggalkan rumah pada Minggu (21/8/2022), Mirah Lestari memakai kemeja hitam dengan mengendarai mobil Honda Brio bernomor polisi DK 1792 FAL.

Namun, saat jenazah korban ditemukan tewas di got pinggir ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Sumbersari sebelah SD Negeri 5 Melaya, Jembrana, Bali, Selasa (23/8/2022), tidak ada mobil Honda Brio bernomor polisi DK 1792 FAL yang dikendarai korban saat meninggalkan rumah. Kuat dugaan korban meninggal karena dibunuh. man

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.