Mau Masuk Denpasar, Tim Gabungan Kembali Paksa 121 Pengendara Putar Balik

  • Whatsapp
TIM Gabungan saat memeriksa pengendara di Pos Penyekatan, pintu masuk Kota Denpasar, Senin (12/7/2021). foto: ist

DENPASAR – Operasi Pos Penyekatan serangkaian pelaksanaan PPKM Darurat terus digencarkan Tim Gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Sat Pol PP dan Dishub, di pintu masuk Kota Denpasar, Senin (12/7/2021).

Sedikitnya 121 pengendara yang mau masuk Denpasar, dipaksa putar balik. Tak hanya itu, di dua titik penyekatan yakni Simpang Tohpati dan Simpang Kebo Iwa dilaksanakan pengalihan mobilitas kendaraan menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Penyekatan yang dilaksanakan sejak pagi menyasar sejumlah pintu masuk Kota Denpasar yakni Pos Penyekatan Simpang Jalan Cokroaminoto – Jalan Gunung Galunggung, Pos Penyekatan Biaung, Jalan By Pass IB Mantra, Pos Penyekatan Jalan Kebo Iwa, Pos Penyekatan Simpang Jalan Kemuda-Jalan Nangka, Pos Penyekatan Penatih, Pos Penyekatan Jalan Seroja-Jalan Kemuda, Pos Penyekatan Jalan Gunung Salak dan di Pos Penyekatan Jalan Gunung Sanghyang nihil.

”Tim Gabungan juga melaksanakan sidak penerapan 100 persen WFH bagi sektor non esensial. Ganjaran berupa denda, pembinaan dan putar balik dilaksanakan sesuai dengan tingkat kesalahan,” ungkap Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga.

Dijelaskan, pelaksanaan penyekatan ini merupakan tindaklanjut dari arahan pemerintah pusat guna menekan mobilitas masyarakat di Kota Denpasar. Pengendara yang diminta putar balik lantaran syarat perjalanan tidak terpenuhi seperti Surat Keterangan Bekerja, Sertifikat Vaksinasi dan Hasil Rapid Test/PCR Negatif bagi pelaku perjalanan antar daerah.

Baca juga :  5 Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, 4 PMI, 1 Orang Punya Riwayat Perjalanan dari Buleleng

Kadishub Kota Denpasar Ketut Sriawan menekankan, penyekatan ini murni dilaksanakan untuk menekan penularan Covid-19 di Kota Denpasar karena saat kasus aktif harian masih tinggi. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat yang hendak menuju Kota Denpasar agar melengkapi diri dengan surat keterangan bekerja, sertifikat vaksinasi dan hasil rapid test antigen atau swab PCR negatif Covid-19 untuk pelaku perjalanan luar Bali.

“Hal ini dilaksanakan murni untuk untuk menekan penularan kasus Covid-19, mengingat rate kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar masih tinggi, penekannnya pada pintu masuk Kota Denpasar, semoga pandemi Covid-19 segera dapat diatasi bersama,” tandasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.