Masuk Zona Merah-Oranye, Sejumlah Sekolah di Karangasem Kembali Belajar Daring

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Sejumlah sekolah di Karangasem yang sebelumnya telah melaksanakan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM), kini kembali menerapkan pembelajaran secara daring alias belajar dari rumah karena masuk zona merah-oranye. Foto: news.detik.com
ILUSTRASI. Sejumlah sekolah di Karangasem yang sebelumnya telah melaksanakan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM), kini kembali menerapkan pembelajaran secara daring alias belajar dari rumah karena masuk zona merah-oranye. Foto: news.detik.com

KARANGASEM – Sejumlah sekolah di Karangasem yang sebelumnya telah melaksanakan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM), kini kembali menerapkan pembelajaran secara daring alias belajar dari rumah. Sekolah-sekolah yang kembali menerapkan belajar daring tersebut, wilayahnya dinyatakan masuk dalam zona merah dan oranye penyebaran Covid-19 berdasarkan desa/kelurahan dan banjar dinas.

Berdasarkan peta zonasi Covid-19 Karangasem dengan data desa kelurahan dan banjar dinas per tanggal 3 Mei 2021, dari sebelumnya tiga desa/kelurahan yang masuk dalam zona merah, kini berkurang hanya menjadi dua wilayah. Yang dimaksud yakni Kelurahan Padangkerta dan Kelurahan Subagan. Sementara untuk zona oranye dari sebelumnya hanya tiga wilayah, sekarang bertambah menjadi tujuh wilayah desa/ kelurahan. Zona oranye terdiri dari Desa Bungaya, Kelurahan Karangasem, Desa Rendang, Desa Sibetan, Desa Duda, Desa Duda Utara dan Desa Labasari.

Bacaan Lainnya

“Per tanggal 3 Mei 2021, peta zonasi Covid-19 Kabupaten Karangasem, ada dua masuk zona merah dan tujuh desa/kelurahan masuk zona oranye,” terang Kadinkes Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, Senin (3/5/2021).

Terkait penundaan PTM di sejumlah sekolah karena masuk dalam peta zonasi Covid-19, juga dibenarkan oleh Kadisdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, yang dimintai konfirmasi. “Terkait adanya penundaan PTM itu semuanya bersifat dinamis, dan kembali menyesuaikan dengan peta zona di wilayahnya masing-masing, sehingga tidak bisa dipastikan berapa jumlahnya,” jelas Kartika.

Baca juga :  Selly Dijamin Prioritaskan Pemberdayaan Perempuan-Anak di Mataram

Menurutnya, jika SD maupun SMP itu berada atau masuk dalam zona merah dan oranye, sesuai dengan ketentuan maka sekolah itu tidak bisa melaksanakan PTM. Begitu juga sebaliknya, jika zona merah atau oranye beralih menjadi zona kuning dan hijau, maka PTM bisa langsung dilaksanakan. Namun, tetap dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Penundaan PTM juga diakui Kepala SMP Negeri 3 Selat, I Komang Gede Sudarsana. Dia berujar, mengingat wilayah sekolahnya masuk dalam zona oranye Covid-19, setelah berkoordinasi dengan koordinator wilayah, akhirnya diputuskan mulai Selasa (4/5/2021) sekolah kembali menerapkan belajar daring. 

“Kami dari pihak sekolah senantiasa mengikuti arahan pemerintah untuk senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru juga pegawai,” tandasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.