Lima Pemerkosa Karyawan Toko Modern Diringkus, Pelaku Juga Terancam Disanksi “Pecaruan”

  • Whatsapp
LIMA tersangka pemerkosa yang ditangkap Polres Gianyar. Foto: facebook
LIMA tersangka pemerkosa yang ditangkap Polres Gianyar. Foto: facebook

GIANYAR – Jajaran Reskrim Polres Gianyar bertindak cepat menindaklanjuti laporan pemerkosaan terhadap seorang karyawan minimarket di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali. Polisi meringkus dan menetapkan lima orang sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 285 KUHP, berisi ancaman kurungan 12 tahun.

Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Laorens Rajamangapul Heselo, Senin (3/5/2021) mengatakan, lima orang yang dilaporkan korban sudah diperiksa intensif. Mereka yakni AG (25) dan CA (22), PR (41), AAGD (27) dan GNAC (30). “Semua sudah kami periksa, dan lima orang kami tetapkan sebagai tersangka,“ tegasnya.

Bacaan Lainnya

Duduk perkaranya, dia berujar perbuatan bejat itu tercetus saat para tersangka pesta miras. Saat itu mereka berniat jahat terhadap MACD (19), asal Tabanan. Berbekal foto bugil korban, salah satu pelaku, AG, mengancam akan memviralkan foto itu jika korban tidak mengikuti kemauannya. Korban pun jadi ketakutan, dan terpaksa menurut.

Dia dijemput di depan toko modern di Desa Mas, Ubud, tempat dia bekerja. Saat itu korban dijemput AG (25) dan CA (22). Korban kemudian dibawa ke tempat para pelaku berpesta miras. Menghindari keramaian, korban dibawa ke perkebunan, lanjut digarap secara bergiliran. “TKP-nya di sebuah kebun milik warga di Banjar Kertawangsa, Desa Lodtunduh, Ubud,” jelas Kasatreskrim.

Baca juga :  Pemkab Buleleng Siapkan Sembako untuk Warga Desa Bondalem yang Dikarantina

Disinggung kemungkinan adanya upaya damai antara korban dan para tersangka, Laorens menegaskan perbuatan para tersangka adalah delik murni. Karena itu, polisi wajib memproses hukum para tersangka tanpa maupun ada perdamaian. Pasal 285 KUHP, terangnya, jelas menyebut pemerkosaan adalah delik biasa, bukan delik aduan.

Karena itu, polisi wajib memproses kasus pemerkosaan meski tanpa ada persetujuan dari pelapor atau korban, termasuk perdamaian. “Terlebih hingga kini ini kami tidak ada menerima surat perdamaian,” ungkapnya.

Bendesa Adat Lodtunduh, Ubud, I Made Karya, di kesempatan terpisah mengatakan, untuk sementara waktu para pemerkosa itu belum kena sanksi adat karena memang belum diatur dalam awig-awig desa.

“Rencananya tanggal 5 Mei mendatang kami akan rapat dengan Sabha Desa dan penglingsir Puri Lodtunduh. Nanti akan dibahas, paling tidak pelaku pemerkosa agar melakukan pecaruan,” ucapnya singkat. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.