Masuk Bali Via Udara, PPDN Bisa Gunakan Rapid Test Antigen

  • Whatsapp
PENGUMUMAN soal syarat PPDN yang diunggah di medsos resmi Bandara Ngurah Rai. Foto: ist
PENGUMUMAN soal syarat PPDN yang diunggah di medsos resmi Bandara Ngurah Rai. Foto: ist

MANGUPURA – Syarat perjalanan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai kembali mengalami penyesuaian. Kini seluruh PPDN menuju Bali diberikan 2 opsi. Yaitu wajib vaksin dosispertama dengan Rapid Test (RT) PCR 2×24 jam atau wajib vaksin dosis kedua dengan RT Antigen 1×24 jam. Tidak lagi dibedakan apakah datang dari Pulau Jawa atau luar Jawa.

Sebelumnya PPDN yang hendak ke Pulau Bali dari luar Pulau Jawa diwajibkan untuk membawa bukti vaksin minimal dosis pertama dan bukti RT PCR 2×24 jam. Sedangkan PPDN yang hendak ke Pulau Bali dari Pulau Jawa diberikan 2 opsi, pertama wajib vaksin dosis pertama dengan hasil RT PCR 2×24 jam, kedua adalah wajib vaksin dosis lengkap dengan hasil RT Antigen 1×24 jam.

Bacaan Lainnya

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, dikonfirmasi Jumat (10/9) membenarkan hal tersebut. Dengan kebijakan tersebut, maka seluruh penerbangan ke Bali kini bisa menggunakan RT Antigen 1×24 jam, dengan syarat vaksinasi dosis kedua. ‘’Memang ada perubahan kebijakan. Itu dilakukan mengacu pada SE Satgas Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021, SE Menhub Nomor 62 Tahun 2021, dan SE Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021,’’ ungkapnya.

Baca juga :  Graha Wicaksana Kembali Terpilih sebagai Ketum Askab PSSI Badung

Kebijakan terbaru itu, kata dia, telah diumumkan dan diunggah melalui akun medsos resmi Bandara Ngurah Rai. Informasi tersebut informasi itu baru diunggah pada Kamis (9/9/2021), namun itu sudah diberlakukan sejak tanggal 7 September.

Selain mengatur syarat PPDN dari luar Bali menuju ke Pulau Bali, kebijakan itu juga memberikan 2 opsi alternatif persyaratan PPDN dari Bali menuju ke Pulau Jawa, NTB, dan NTT. Pertama adalah wajib vaksin minimal dosis pertama dengan RT PCR 2×24 jam, kedua adalah wajib dosis kedua dengan RT Antigen 1×24 jam. Sedangkan untuk penumpang menuju ke selain Pulau Jawa, NTB, dan NTT, mereka wajib mengantongi sertifikat vaksin minimal dosis pertama dengan RT-PCR 2×24 jam.

“Untuk pelaku perjalanan orang usia diatas 12 tahun yang tidak bisa vaksin karena penyakit tertentu, mereka wajib menggunakan surat keterangan dari dokter spesialis di rumah sakit. Sedangkan untuk pelaku perjalanan orang dengan usia dibawah 12 tahun, sementara mereka tidak diperkenankan melakukan perjalanan,” jelasTaufan Yudhistira. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.