MANGUPURA – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam sambutannya saat peresmian TPST Samtaku, Jumat (10/9) menyampaikan, TPST yang dibangun berkat kerja sama antara Pemkab Badung dengan pihak swasta ini diharapkan menjadi solusi untuk mengentaskan permasalahan sampah. Melalui upaya pemilahan sampah organik dan nonorganik diharapkan dapat mengurangi volume sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengurangi risiko kebocoran sampah plastik ke lingkungan.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan TPA sebagai akhir dari penanganan sampah. Untuk itu, harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah. Penerapan ekonomi sirkular dan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya merupakan paradigma baru dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.
Menurut Menko Luhut, pemerintah sangat memperhatikan pengelolaan sampah khususnya sampah plastik. Karena itu, ia selalu menekankan untuk mengambil langkah-langkah yang tidak biasa, bukan business as usual, serta menerapkan pendekatan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Penanganan sampah memang memerlukan biaya yang tidak sedikit, namun kegagalan dalam melakukan pengelolaan sampah akan memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan, pariwisata, kesehatan masyarakat, dan polusi. Pemerintah telah mengambil langkah konkret dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi dan meningkatkan rasio pendaur ulangan sampah plastik di Tanah Air,” katanya. gay
























