Marketplace Untuk Mensejahterakan Atau Menghancurkan?

  • Whatsapp

Oleh Ni Putu Suciyawati
(Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)

APAKAH anda pernah melakukan aktivitas berbelanja di marketplace seperti shoope, lazada, tokopedia dan lainnya? Jika pernah, aplikasi marketplace apa yang saudara gunakan? Lalu, apakah perbedaan berbelanja secara online di marketplace daripada di pasar maupun toko pada umumnya?

Bacaan Lainnya

Pada jaman dahulu hingga sekarang kita mengenal pasar sebagai tempat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan yang kita cari akan sangat mudah ditemukan di pasar dan juga belanja di pasar dapat dilakukan dengan sistem tawar-menawar. Namun, seiring perkembangnya jaman dan teknologi di era globalisasi, pasar dan toko pun mulai kehilangan peminat.

Dampak ini terjadi akibat adanya trend baru di kalangan masyarakat yaitu berbelanja secara online di aplikasi marketplace seperti shoope, lazada, tokopedia dan lainnya. Hal ini mengakibatkan belanja online menjadi trend baru di lingkungan masyarakat yang berkembangannya sangat pesat.

Perkembangan marketplace membuat masyarakat tidak perlu susah-susah pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Trend ini membuat masyarakat bisa tetap tinggal dirumah dan membeli kebutuhan melalui aplikasi di marketplace. Secara garis besarnya, marketplace merupakan media online berbasis internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara penjual dan pembeli.

Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan bagi supplier atau penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk atau jasa mereka (Opiida, 2014). Platform ini juga menyediakan berbagai aktifitas seperti metode pembayaran, estimasi pengiriman dan fitur lainnya secara online.

Dampak dari perkembangan teknologi inilah yang menyebabkan masyarakat bisa berbelanja hanya dengan memesan melalui aplikasi di handphone. Sehingga belanja online merupakan cara yang praktis dan efisien yang dapat dilakukan masyarakat di era globalisasi.

Baca juga :  Wayan Wita, Guru SDN 4 Benoa Sabet Prestasi Nasional

Besarnya peluang yang ada di marketplace sebagai akibat dari trend belanja online di kalangan masyarakat, membuat sebagian masyarakat tertarik untuk melakukan bisnis secara online melalui platform ini. Bila kita lihat di lapangan, masyarakat di era globalisasi ini cenderung menyukai trend yang bersifat praktis. Sehingga para pelaku bisnis dapat memanfaatkan trend ini sebagai celah untuk mengambil keuntungan dalam dunia bisnis.

Salah satu dari aplikasi marketplace yaitu shoope menawarkan fitur shoopepay bagi para calon pembeli dan pelaku bisnis yang ingin membeli produk tetapi belum memiliki cukup modal. Cara kerja fitur ini sangat mudah, masyarakat diberikan nominal uang oleh pihak shoope untuk membeli barang apa saja di shoope sesuai nominal yang ditentukan oleh pihak shoope

Selanjutnya uang tersebut dapat dikembalikan di bulan berikutnya oleh konsumen. Cara mendaftarkan diri juga sangat mudah, konsumen maupun pelaku bisnis yang membutuhkan modal berbelanja bisa mengaktifkan shoopepay dengan menyerahkan identitas diri.

Keunggulan dari marketplace ini dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha bagi pelaku bisnis yang tidak memiliki modal. Oleh karena banyaknya manfaat dari marketplace ini, mengakibatkan sebagian besar masyarakat membuka usaha online shop di marketplace dengan keuntungan yang menjanjikan. Hal ini membuat toko online yang ada di Indonesia berkembang cukup pesat.

Nugraha (2018) mengatakan, data Bank Indonesia menunjukkan adanya kenaikan dalam transaksi toko online di Indonesia (e-commerce Indonesia) secara drastis sebesar Rp77,766 triliun Rupiah. Angka tersebut naik 151% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut diprediksi akan terus naik karena, tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Pada Januari 2019, angka transaksi toko online sudah mencapai angka Rp8,204 triliun, naik sebesar 135,8% dibandingkan Januari 2018 lalu menurut data Bank Indonesia.

Jika pelaku bisnis setiap tahunnya berkembang sangat pesat dengan transaksi online yang mencapai angka triliunan maka, sudah dapat dipastikan bahwa keuntungan yang di dapat masing-masing individu juga besar. Namun, besar kecilnya keuntungan yang diperoleh oleh pelaku bisnis tidak lepas dari adanya peran perilaku keuangan setiap individunya. Diantara ratusan bahkan ribuan pelaku bisnis yang berjualan online di marketplace pasti ada sebagian yang tidak dapat menggunakan konsep perilaku keuangan dengan baik.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 36 Orang Akibat Tertular Transmisi Lokal

Aktivitas bisnis online yang biasanya dilakukan tidak memperhitungkan konsep perilaku keuangan di dalamnya. Banyak dari pelaku bisnis yang ikut-ikutan trend jualan online di marketplace malah mendatangkan hutang bukan kerugian. Biasanya mereka tidak cermat dalam mempelajari pangsa pasar. Sehingga produk yang mereka jual tidak laku di pasaran sedangkan modal yang mereka keluarkan untuk bisnis online juga besar.

Sering kali kita lihat di lapangan, aktivitas bisnis awalnya dilakukan dengan meminjam modal pada aplikasi shoopepay di marketplace. Mereka akan membeli produk atau jasa untuk dijual kembali di online shop yang mereka miliki. Selanjutnya tagihan modal yang mereka pinjam harus dibayarkan di bulan berikutnya di aplikasi shoopepay.

Namun pada kenyataannya keuntungan dari bisnis online tersebut justru tidak mereka manfaatkan dengan baik. Hal ini dikarenakan mereka kurang menerapkan konsep perilaku keuangan. Sehingga keuntungan, modal dan tagihan yang harus dilunasi dihabiskan untuk kebutuhan pribadi. Dampak dari perilaku ini aktivitas bisnis secara online justru mendatangkan hutang bukan laba.

asus yang terjadi di dalam aktivitas bisnis inilah yang mengakibatkan kita sebagai pelaku bisnis harus menerapkan konsep perilaku keuangan dengan tepat. Sehingga bisnis online di marketplace dapat mendatangkan keuntungan bukan kerugian. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisnis tersebut mendatangkan keuntungan yaitu :

Modal Usaha
Sebagai pelaku bisnis kita harus mengetahui berapa nominal modal yang kita butuhkan. Modal tersebut bisa dari diri sendiri maupun meminjam dari orang lain. Hal ini dilakukan agar kita bisa menjual produk sesuai dengan budget dan nantinya keuntungan yang diperoleh dapat membalikan modal awal yang kita keluarkan.

Baca juga :  11 Kelompok Tani Dibagikan Alat Pertanian

Tempat Usaha
Sebagai pelaku bisnis yang bergerak dalam aktivitas bisnis online, kita harus mengetahui sosial media apa saja yang akan dituju dalam memasarkan produk yang kita miliki. Misalnya melalui website, instagram, marketplace dan lainnya.

Pangsa pasar
Sebagai pelaku bisnis kita harus pintar dalam melihat pangsa pasar. Hal ini bertujuan agar pelaku bisnis mengetahui perkembangan pasar, trend pasar, pelanggan dan kompotitor yang menjual produk serupa. Sehingga apabila trend di pasaran sudah menjamur bisnis online shop dengan produk pakaian, sebaliknya kita menjual produk di luar dari pakaian agar membuka peluang baru.

Inovasi
Sebagai pelaku bisnis, kita harus melakukan inovasi produk atau jasa yang kita tawarkan setiap harinya. Dimulai dari trend yang sedang diminati oleh masyarakat. Misalnya pemilihan kemasan produk, tampilan warna, variasi model dan ukuran sehingga dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa serta laki-laki maupun perempuan.

Promosi
Sebagai pelaku bisnis, kita harus pintar melakukan promosi agar produk yang kita jual bisa dikenal oleh konsumen. Missalnya kita dapat mempromosikan di media sosial, surat kabar maupun aplikasi lainnya. Selain itu, kita bisa menerapkan sistem endorse yaitu menyewa orang yang sedang terkenal di kalangan masyarakat untuk mempromosikan produk kita di sosial media. Misalnya artis, public figur, selebgram dan lainnya.

Pembukuan
Sebagai pelaku bisnis, pembukuan merupakan kunci yang utama bisnis tersebut dapat berkembang atau tidak. Kita harus mencatat berapa modal yang dikeluarkan, keuntungan yang kita peroleh dan mencatat produk yang mengalami kerugian atau gagal produksi. Hal ini dilakukan agar nantinya keuntungan tersebut dapat dipergunakan untuk mengembangkan usaha dan kebutuhan lainnya yang mendatangkan keuntungan.

Jika pelaku bisnis sudah mampu menjalankan pedoman di atas, maka keuntungan yang didapat tentunya akan sangat besar. Kuncinya yaitu konsisten dalam melakukan aktivitas bisnis online dan tetap menerapkan konsep perilaku keuangan dengan baik. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.