Mariadi Siap Nakhodai Golkar Lombok Utara, Ingin Kompromi, Utamakan Musyawarah di Musda

  • Whatsapp
Mariadi. Foto: ist
Mariadi. Foto: ist

KLU – Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar kabupaten/kota di NTB digelar selambatnya tiga bulan usai Musda DPD Partai Golkar NTB. Untuk di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Mariadi, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Lombok Utara, siap mencalonkan diri sebagai Ketua dalam Musda DPD Partai Golkar Lombok Utara. “Saya akan mencalonkan diri nanti,” ungkapnya, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, Musda yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat itu akan menjadi penentu kebangkitan partai berlambang pohon beringin ini di Lombok Utara. Untuk diketahui, Lombok Utara merupakan kabupaten termuda di NTB. Kata dia, Musda ini merupakan bentuk konsolidasi partai politik, dan saat ini mayoritas partai sudah melakukan itu.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh dikatakan, secara aturan, Musda normalnya lima tahun sekali dilaksanakan dengan merujuk hasil Munas. Musda provinsi idealnya dilakukan tiga bulan setelah Munas tuntas, dan musda kabupaten paling telat enam bulan setelah Munas. 

“Kami di NTB ini termasuk telat, karena partai lain sudah melakukan. Sesungguhnya massa Golkar (di Lombok Utara) sedang menunggu siapa nakhoda Golkar ke depan,” terangnya.

Dia menguraikan, Djekat Demung yang saat ini menduduki takhta DPD Partai Golkar Lombok Utara sudah dua periode memimpin. Jika mengacu AD/ART, berarti pria yang akrab disapa Amaq Djekat tersebut tidak bisa mencalonkan diri kembali, kecuali ada diskresi dari DPP. Itu juga berarti Mariadi berpeluang untuk mencalonkan diri sebagai Ketua.

Baca juga :  Risidivis Narkoba Diringkus, 1,5 Kilogram Sabu Disita

“Saya lihat di Lombok Utara tidak hanya saya yang ingin maju, saya dengar selentingan teman-teman di Fraksi Golkar ingin mencoba maju jadi calon Ketua DPD Golkar. Ada Ikhwanudin, Debi Ariawan juga menyampaikan seperti itu,” ucapnya.

“Tapi siapapun yang akan maju dalam Musda yang akan datang, DPP mengisyaratkan untuk mengambil keputusan yang paling manis. Kalau musyawarah tidak bisa dilaksanakan, DPD itu akan dipilih secara normal,” imbuhnya.

Pemilik suara dalam Musda nanti adalah ketua kecamatan, DPD II satu suara, kemudian sayap partai yang didirikan dan mendirikan sebanyak satu suara, dan DPD I satu suara juga. Terkait jadwal pelaksanaan, dia menyebut masih menunggu arahan dari DPD Partai Golkar NTB.

Dalam pandangan Mariadi, Golkar di KLU saat ini cukup mengkhawatirkan karena tren partai dinilai menurun. Alasannya, hasil tiga Pileg menunjukkan kemerosotan di legislatif. Pernah mampu menduduki posisi Ketua DPRD, kemudian lengser menjadi Wakil Ketua I, dan kini turun satu tingkat menjadi Wakil Ketua II. Karena itu, dia berujar Musda merupakan salah satu instrumen untuk mengevaluasi partai. Pun mengukur pengkaderan di masing-masing wilayah apakah sudah terlaksana bagus dan tidak.

“Semua kami punya peluang, teman-teman ingin maju dan memenangkan, tapi kami harap ada kompromi politik yang bagus. Kalau saya disilakan jadi Ketua DPD II, maka yang lain saya bicarakan dengan arif dan bijaksana untuk posisi apa yang strategis,” sebutnya bernada berjanji. fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.