Mangku Rata Sayangkan Polemik “Proyek Mercusuar” Pembangunan Pasar Gianyar

  • Whatsapp
Pande Mangku Rata. Foto: adi
Pande Mangku Rata. Foto: adi

GIANYAR – Menanggapi polemik “proyek mercusuar” Pasar Umum Gianyar yang dimuat dibeberapa media massa, Pande Mangku Rata selaku tokoh masayarakat Beng, Gianyar yang juga sebagai Garda Topikor merasa terenyuh.

Selama ini kelihatanya pembangunan Pasar Umum Gianyar tersebut, tidak ada masalah. Namun, ia dikejutkan dengan adanya berita tentang Desa Adat Gianyar mohon perlindungan hukum ke Kapolda Bali. 

Bacaan Lainnya

Mangku Rata mengaku sangat kaget dengan berita tersebut. Ternyata tanah yang dibangun itu, sesuai dengan informasi yang didapat Pemkab Gianyar belum mempunyai alas hak, itu baru sebatas mengajukan permohonan saja. ‘’Pembangunan sudah berjalan beberapa persen. Ini sangat gegabah dan kemungkinan ada persyaratan administrasi yang belum lengkap,’’ lugasnya, Kamis (11/2/2021).

Ditenggarai administrasi dan izin-izin itu belum tuntas, sebab menurutnya, semua perizinan termasuk amdal didasari dengan alas hak terlepas daripada soal bicara kekuasaan. Sebagai kontrol sosial masyarakat, sangat menyayangkan sekali. ‘’Mestinya dalam pembangunan apapun pemerintah daerah memberikan contoh, terlepas dari kekuasaan,’’ tegasnya.

Tidak menutup kemungkinan, Mangku Rata menegaskan, selaku masayarakat yang tergabung dalam GTI akan bersurat kepada yang berwenang, untuk menyelidiki proyek pembangunan pasar tersebut. Tidak tertutup kemungkinan juga, adanya kesalahan prosedur yang mengakibatkan adanya kerugian negara, untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Baca juga :  Payung Hukum Jelas, Badung Didesak Eksekusi Anggaran Penanganan Corona

‘’Kalau hal itu nanti memang benar adanya, itu mengarah tindakan pidana korupsi,’’ ujarnya.

Namun, hal tersebut tidak diharapkan terjadi. Kalau hal itu sampai terjadi, kasihan kepada para pedagang yang sudah direlokasi yang belum mengantongi MoU antara pedagang dan Pemkab Gianyar. Nasibnya tidak akan jelas, karena pembangunan pasar bisa saja mangkrak. ‘’Kalau ditemukan ada unsur penyalahgunaan pengelolaan pembangunan pasar, maka tidak menutup kemungkinan  pembangunan pasar tersebut akan mangkrak,’’ tegasnya memungkasi. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.