Mangga Nusa Penida Dibuat Bermacam Olahan

BUPATI Suwirta (kanan) saat meninjau pelatihan pembuatan produk turunan dari buah mangga Nusa Penida di Gedung UPT Bersama Nusa Penida, Minggu (21/3/2021). foto: ist

KLUNGKUNG – Pada musim mangga, buah ini amat melimpah ruah. Mangga biasa dimakan langsung atau dijus. Di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, mangga sudah mulai dibuat menjadi produk lezat menyegarkan.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta; bersama Ketua TP PKK, Ayu Suwirta; dan Camat Nusa Penida, Komang Widyasa Putra, meninjau pelatihan pembuatan produk turunan dari buah mangga Nusa Penida di Gedung UPT Bersama Nusa Penida, Minggu (21/3/2021).

Read More

Program pelatihan yang dibuka oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi pada September 2020 lalu, diikuti 16 peserta. Mereka dilatih mengolah mangga Nusa Penida menjadi sejumlah produk seperti sirup buah, fruit leather, dan selai buah.

Peserta tidak hanya diajarkan cara pembuatan dan pengolahan, namun juga pengemasan hingga pemasaran oleh instruktur yang berasal dari program studi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana.

Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta mengatakan bahwa akan terus memantau jalannya pelatihan ini. Ia sangat berharap output dari pelatihan akan bisa memberikan kesejahteraan kepada pesertanya.

Menurutnya, terlaksananya program pelatihan ini adalah berkat perjuangan Pemda Klungkung yang telah memperjuangkan Nusa Penida sebagai wilayah Kawasan Perdesaan Prolioritas Nasional (KPPN). Berkat status KPPN itulah, dana pelatihan sebesar Rp1 miliar bisa dapatkan.

‘’Usai pelatihan peserta supaya terus dipantau, jangan berhenti sampai disini saja dan tetap jalin komunikasi dengan Pemda Klungkung. Dana pelatihan yang cukup besar, saya sangat berharap output dari pelatihan akan bisa memberikan kesejahteraan kepada pesertanya. Ikuti pelatihan ini dengan baik,’’ lugas Suwirta.

Lebih lanjut ia menambahkan, semua produk yang dihasilkan supaya menjadi satu brand, Pemda Klungkung akan mengeluarkan kebijakan sehingga semua toko oleh-oleh menjual produk ini.

Tidak hanya di Nusa Penida namun sampai di Klungkung daratan. Selain itu, kualitas supaya dijaga dan diharapkan bisa menembus cita rasa wisatawan baik lokal maupun mancanegara. rls/tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.