LPD Kuta Digoyang Isu Bangkrut, Bendesa Adat Harap Warga Tak Panik

  • Whatsapp
I Gusti Anom Gumanti bersama Bendesa Adat Kuta dan Pengurus LPD Kuta saat menenangkan masyarakat nasabah LPD Kuta. Foto: ist
I Gusti Anom Gumanti bersama Bendesa Adat Kuta dan Pengurus LPD Kuta saat menenangkan masyarakat nasabah LPD Kuta. Foto: ist

MANGUPURA – Sejumlah masyarakat Kuta, Rabu (25/8/2021) mendatangi LPD Kuta. Kedatangan mereka untuk menarik uang tabungan dan deposito. Namun kondisi itu justru memicu muncul isu LPD Kuta bangkrut. Situasi itu akhirnya bisa dikendalikan setelah sejumlah tokoh masyarakat Kuta turun tangan.

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, dikonfirmasi via telepon membenarkan sejumlah warga menarik simpanan di LPD mulai sepekan lalu. Ia berharap, jika bukan untuk kebutuhan mendesak, masyarakat bisa menunda penarikan. Sebab, menarik uang justru membuat LPD menjadi tambah sakit. “Mari kita bersama-sama jaga eksistensi LPD ini,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Ia tak menampik saat ini likuiditas LPD Kuta sedang membutuhkan perbaikan. Selain itu, kemampuan membayar kredit masyarakat sangat lemah karena dampak pandemi Covid-19. Untuk membantu memulihkan likuiditas, pihaknya mendorong masyarakat yang  masih terbilang mampu menabung di LPD. Sebab LPD merupakan milik masyarakat. “LPD adalah harapan kita bersama. Jadi marilah kita bersama-sama menjaga LPD ini,” ajaknya. 

Pada umumnya LPD Kuta sesungguhnya masih memiliki banyak agunan yang diambil alih (AYDA). Hal itu nantinya bisa diuangkan, sebagai upaya pemulihan. Namun hal itu tentu membutuhkan waktu. Nasabah diharapkan dapat memahami kondisi yang terjadi.  Sehingga likuiditas LPD Kuta bisa kembali sehat dan memberikan banyak manfaat.

Baca juga :  Dekranasda Gianyar Gelar Bimtek Desain dan Pewarnaan, Bantu Perajin Tenun Cacag

“Jadi kami harap masyarakat tidak panik. Kami harap masyarakat juga memahami batasan besaran penarikan uang yang diberlakukan. Karena kami pun menarik di bank, juga tidak bisa banyak-banyak,”imbaunya. 

Kejadian tersebut juga mendapatkan perhatian dari salah satu tokoh masyarakat Kuta,  I Gusti Anom Gumanti. Ketua Tim Pemulihan LPD Kuta itu ikut menenangkan warga dengan memberikan pemahaman.

Dalam video berdurasi singkat yang viral di media sosial itu, Anom Gumanti, berharap agar LPD Kuta tak sampai tumbang karena adanya isu rush yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab respon kepanikan masyarakat terhadap isu rush, justru mampu menyebabkan LPD menjadi tambah sakit. Padahal, LPD Kuta sesungguhnya dalam kondisi yang baik-baik saja.

Jikalau LPD ada masalah, ia meminta agar maayarakat memberikan waktu melakukan evaluasi. Nanti hasil pemeriksana itu tentu akan dilaporkan kepada masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian, selaku krama desa adat, ia datang saat itu untuk menabung Rp100 juta. Hal itu sekaligus untuk menguatkan keberadaan LPD agar terus eksis, karena LPD merupakan tiang penjaga perekonomian desa adat.

‘’Jadi jangan takut, jangan panik. Apalagi LPD masih banyak memiliki aset. Jika nanti mau narik uang dalam jumlah banyak, maka mohon bersabar dahulu,” katanya memungkasi. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.