Lomba Ogoh-Ogoh Mini Meriahkan HUT Kota Bangli

LOMBA ogoh-ogoh mini digelar serangkaian HUT ke-819 Bangli, dengan dikuti 57 peserta yang berlangsung tanggal 22-23 Mei di panggung belakang Alun-alun Kota Bangli. Foto: ist
LOMBA ogoh-ogoh mini digelar serangkaian HUT ke-819 Bangli, dengan dikuti 57 peserta yang berlangsung tanggal 22-23 Mei di panggung belakang Alun-alun Kota Bangli. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Untuk kali kedua, lomba ogoh-ogoh mini digelar serangkaian HUT ke-819 Bangli, dengan dikuti 57 peserta. Ini meningkat dari sebelumnya hanya 48 peserta dari seluruh Bali, dan dilangsungkan 22-23 Mei 2023 di panggung belakang Alun-alun Kota Bangli. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada penutupan HUT Bangli, Minggu (28/5/2023).

Ketua Race of Bangli (ROB), I Wayan Wahyu Pramana, Rabu (24/5/2023) mengatakan, 29 peserta dari kategori remaja dan pelajar, 28 dari kategori umum. Karena dibuka untuk umum, pesertanya tidak hanya dari Bangli tapi juga dari luar Bangli. “Seperti dari Gianyar, Tabanan, Karangasem, Denpasar dan Badung,” paparnya.

Read More

Wahyu menjelaskan, pameran miniatur ogoh-ogoh dibuka pada Senin (22/5/2023), sedangkan Selasa (23/5/2023) dilakukan penilaian. Ada tiga juri yang menilai, dan salah satunya adalah undagi ogoh-ogoh dari Tampaksiring, Gianyar. Para juri adalah Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam dari Gianyar, Putu Bagus Edi Darmawan dari Klungkung, dan I Dewa Gede Anom Yasa dari Bangli.

Lomba kedua ini, sambungnya, menarik peserta lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 48 orang. Selain lomba miniatur ogoh-ogoh, tahun ini untuk kali pertama digelar lomba gambar sketsa ogoh-ogoh dengan tujuh peserta, empat dari Bangli dan tiga dari Denpasar.

Ida Bagus Nyoman Surya Wigunam, yang biasa disapa Gusman Surya, menambahkan, penilaian meliputi beberapa kategori. Yakni sinopsis, anatomi karakter wajah, keserasian, dan inovasi. Itu menjadi acuan untuk menerapkan standar nilai dalam mencari hasil karya terbaik.

“Dalam penilaian kami, secara independen. Siapa pun yang menjadi juara, itulah juara yang terbaik menurut kita. Jangan juara dijadikan acuan utama dalam lomba ogoh-ogoh, yang penting kreativitasnya,” pesannya.

Dia mendaku menjumpai beberapa ogoh-ogoh yang memiliki tingkat seni ataupun karakter sangat hebat. Meski sederhana, tapi bisa sangat menarik dilihat. Itu membuat yang juara di Bangli ini bisa berbeda dari juara ogoh-ogoh atau lomba ogoh-ogoh lainnya.

Kepada generasi muda, khususnya seniman ogoh-ogoh, dia berpesan untuk terus berkarya dan tidak usah khawatir salah atau benar maupun tidak disukai orang. Yang penting berusaha membuat karya baru agar bisa dinikmati orang banyak. Makin banyak opsi atau karakter baru, hal itu akan sangat mendukung kreativitas seni dan budaya di Bali.

“Harapan kami, budaya pembuatan ogoh-ogoh ini bisa terus dilestarikan dan menjadi identitas Bali yang merupakan karya seni serta menjadi identitas bagi kita,” pungkas Gusman Surya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.