POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) Mochtar Sarman mengungkapkan pihaknya menjadikan Asian Games 2026 Prefektur Aichi-Nagoya, Jepang, sebagai ajang pembuktian diri bahwa padel Indonesia mampu berprestasi di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Hal ini dikatakan Mochtar setelah padel Indonesia akan berangkat mandiri dengan menggunakan dana federasi dan sponsor ke Asian Games 2026.
“Alhamdulillah puji Tuhan kita untuk federasi sudah mendapatkan support dari swasta ya, salah satunya itu dari Freeport. Jadi kita semoga bisa mengirimkan full tim bukan hanya pemain tapi juga coaching staff,” kata Mochtar saat ditemui awak media pada turnamen Padel Unity Cup 2026 Vol. 01 di Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).
“Kita harus buktikan dulu, to be fair ya, kita harus buktikan dulu kepada Kemenpora kalau padel ini bisa menyumbangkan medali. Kalau enggak, berat kalau kita minta-minta,” tambah dia, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Padel sendiri untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games setelah keputusan itu diumumkan pada November tahun lalu selepas pertemuan antara Presiden Federasi Padel Internasional (FIP) Luigi Carraro dan Direktur Jenderal Dewan Olimpiade Asia (OCA) Husain Al Musallam di Kuwait.
Cabang olahraga (Cabor) Padel ini rencananya akan dimainkan di Asian Games 2026 pada 19 September sampai 4 Oktober dengan memperebutkan dua medali emas pada dua nomor, yakni ganda putri dan ganda putra.
Indonesia yang menjadi bagian dari debut padel di Asian Games, rencananya akan mengirimkan dua tim putra dan dua tim putri. Para atlet nantinya akan ditemani oleh empat personel di tim kepelatihan yang dipimpin pelatih Ari Moya.
“Tadi, empat putra empat putri. Jadi dua tim,” kata Mochtar soal berapa atlet yang diberangkatkan ke Asian Games 2026. “Mungkin sekitar empat coaching staff, ada manajer juga,” ucap dia menambahkan jumlah total personel tim yang diberangkatkan. yes






















