POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Kebakaran hutan akibat musim kemarau panjang dan angin kencang melanda hutan lindung di Munduk Asti, Dusun Manikaji, dan Munduk Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Minggu (29/10/2023).
Lokasi kebakaran berada di kompleks hutan Gunung Abang Agung RTK. 8, di antara tapal batas hutan B. 310 – B. 340, dengan koordinat -8,2724 S, 115, 4530 E, dan ketinggian 1.208 meter di atas permukaan laut.
Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) segera menuju ke lokasi untuk memantau sisa-sisa kebakaran yang terjadi pada hari sebelumnya.
Upaya pemadaman dan pembuatan sekat bakar dilakukan sebelumnya untuk areal yang bisa dijangkau, tapi titik api terpantau masih ada. “Lokasi titik api sulit dijangkau, karena berada di atas puncak wilayah Gunung Abang Agung, dengan medan yang sulit,” kata Arimbawa, Selasa (31/10/2023).
Dia menuturkan, kondisi itu membuat pemadaman tidak dapat dilakukan di titik api yang masih tersisa. Untuk dampak kebakaran, luas yang terbakar diperkirakan hingga mencapai 100 hektar. Vegetasi yang terbakar meliputi rumput ilalang, semak belukar, dadem, seming, cemara, sonokeling, sengon bali, dan kaliandra.
Selain itu, pipa air milik warga yang mengalir dari sumber mata air ke penampungan, juga ikut terbakar. Pun menyebabkan kesulitan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak. Potensi ancaman lain, jelasnya, musim kemarau panjang masih berlangsung, sehingga kebakaran hutan masih mungkin terjadi.
Angin kencang juga terpantau di lokasi kebakaran, yang dapat mempermudah penyebaran api. “Sejauh ini sudah kami tangani, sehingga kondisi bisa terkendali,” pungkasnya. nad























