Libur Cuti Bersama, Kintamani-Penglipuran Dipadati Wisatawan

KAWASAN objek wisata Kintamani dan Desa Penglipuran ramai dikunjungi wisatawan domestik saat cuti bersama rangkaian peringatan Maulud Nabi.
KAWASAN objek wisata Kintamani dan Desa Penglipuran ramai dikunjungi wisatawan domestik saat cuti bersama rangkaian peringatan Maulud Nabi.

BANGLI – Bertepatan dengan cuti bersama rangkaian peringatan Maulud Nabi, kawasan objek wisata Kintamani dan Desa Penglipuran ramai dikunjungi wisatawan domestik. Kondisi ini seperti “pelipur lara” bagi warga di dua objek tersebut, yang sebelumnya seperti mati suri karena nyaris tidak ada pengunjung.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, menuturkan, Penglipuran mulai dibuka kembali sejak 17 Oktober lalu untuk aktivitas pariwisata. Dia menyampaikan, beberapa pekan terakhir jumlah kunjungan berkisar 200 orang per hari. Jumlah itu meningkat signifikan bersamaan dengan pelaksanaan cuti bersama mulai 28-30 Oktober lalu, mencapai 500 orang yang didominasi wisatawan domestik. Setelah itu kunjungan agak turun, hanya 350 orang.

Read More

Meski kunjungan mencapai 500 orang, dia menyebut tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menyiapkan petugas untuk memantau pengunjung. Mereka keliling mengingatkan pengunjung untuk tetap pakai masker dan menjaga jarak. Penerapan bisa dijalankan, karena pengunjung datang bergantian.

“Kami tetap memberlakukan jumlah pengunjung dibatasi satu kelompok tidak lebih dari 25 orang, dan ada pula pengaturan jarak agar kelompok satu dengan lainnya tidak berbenturan. Mau masuk ke rumah penduduk juga dibatasi hanya lima orang,” ungkapnya.

Terkait kebijakan Pemkab Bangli menggratiskan wisatawan ke objek wisata di Bangli, dia menegaskan Penglipuran sebagai objek yang dikelola adat berbeda dengan objek wisata alam seperti Penelokan. Sebelum ada tiket retribusi dari Disparbud Bangli, pengelola akan tetap memungut dana punia untuk biaya operasional. ”Kalau tidak memungut retribusi, di mana kami dapat dana untuk biaya operasional petugas keamanan, tukang sapu, membeli sabun, cuci tangan, disinfektan dan lainnya? Tentu dari dana punia yang kami pungut,” lugasnya menandaskan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.