Lewat Sekolah Bersinar, BNNK Denpasar Ajak Milenial Jauhi Narkoba

  • Whatsapp
KEPALA BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa (kanan); bersama Kepala SMP Widya Sakti, Wayan Nendra, usai penandatangan nota kesepahaman terkait P4GN dan prekursor narkotika, Kamis (21/10/2021). Foto: ist
KEPALA BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa (kanan); bersama Kepala SMP Widya Sakti, Wayan Nendra, usai penandatangan nota kesepahaman terkait P4GN dan prekursor narkotika, Kamis (21/10/2021). Foto: ist

DENPASAR – BNN Kota (BNNK) Denpasar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan SMP Widya Sakti Denpasar terkait program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan prekursor narkotika, Kamis (21/10/2021). Perjanjian kerja sama ini sebagai wujud menciptakan generasi milenial bebas dari penyalahgunaan narkoba lewat program khusus yang dinamakan Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kepala BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa,  mengatakan, lewat Sekolah Bersinar ini ada peran aktif dari sekolah untuk membantu mengkampanyekan bahaya narkoba. Mulai dari penyuluhan, sosialiasi, dan edukasi yang menyasar kepada para pelajar.

Bacaan Lainnya

Program Sekolah Bersinar ini, kata dia, juga berkerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar yang dalam hal ini Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.  ‘’Di Sekolah Bersinar kami memberikan edukasi, melaksanakan sosialisasi kalau kita dengan berbagai macam seminar dan membuat program P4GN,’’ ujarnya.

Ia berharap dukungan dan sinergitas dengan berbagai stakeholder di wilayah Kota Denpasar memerangi peredaran gelap narkoba / War On Drug. ‘’Pemberantasan narkoba ini, tidak hanya tanggung jawab beberapa instansi saja, tapi perlu penanganan bersama baik pemerintah maupun masyarakat,’’ katanya.

Sukawiyasa menambahkan, menghadapi perang melawan bandar narkoba diperlukan langkah strategis. Selain pencegahan dengan sosialisasi bahaya dan dampak buruk narkoba, masyarakat juga perlu disadarkan agar tak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. ‘’Kalau masyarakat sadar para pengedar juga berpikir untuk menjual narkoba di Bali,’’ kata Sukawiyasa.

Baca juga :  Bendesa Adat Pagan Apresiasi Perwali PKM Denpasar

Dan, yang tak kalah penting, kata Sukawiyasa,  penanganannya harus betul-betul represif. Memberikan hukuman berat kepada para pengedar narkoba.

Dia mengatakan, umumnya pelajar ingin mencoba-coba barang terlarang, yang mungkin karena pengaruh pergaulan dan lingkungan. ‘’Setelah merasa enak, atau keenakan dengan barang tersebut, maka kemudian meningkat dari ingin mencoba naik menjadi teratur pakai, setelah teratur pakai naik lagi menjadi pecandu,’’ urainya.

Karenanya, lugas dia, BNNK Denpasar memandang pentingnya keterlibatan orang tua di setiap rumah tangga untuk memantau dan mengetahui pergaulan anak, serta jauhkan anaknya dari pergaulan yang tidak sehat. ‘’Kami mengimbau agar jangan sampai anaknya sudah terkontaminasi, baru orang tua mau peduli, mau terlibat membina,’’ ujarnya.

Sukawiyasa menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah atas dukungan menyelamatkan generasi muda untuk tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. “Terima kasih kepada pihak sekolah atas dukungan menyelamatkan generasi muda untuk tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ucap Sukawiyasa.

Ia berharap tidak saja SMP Widya Sakti Denpasar yang MoU dengan BNN Kota Denpasar, akan tetapi semoga disusul segera oleh sekolah-sekolah yang lain. Sebelumnya, SMP Dwijendra Denpasar sudah menandatangani MoU dengan BNNK Denpasar.

Kepala SMP Widya Sakti, Wayan Nendra, mengatakan, menjadikan sekolah yang bersih dari narkoba merupakan suatu keharusan. Karena membentuk insan yang terbaik bagi masa depan harus disiapkan sejak dini, termasuk di usia SMP. ‘’Mari kita bersama-sama melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba demi masa depan yang cerah dan hidup sehat tanpa narkoba,’’ ujarnya memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.