Legislator PDIP Ini Dorong Bantuan Sembako Akomodir Produk Pangan Lokal

  • Whatsapp
AAN Adhi Ardhana. Foto: gus hendra
AAN Adhi Ardhana. Foto: gus hendra

DENPASAR – Tingginya gairah semua komponen masyarakat menyumbang sembako untuk yang terdampak pandemi Covid-19, belum diimbangi dengan efek menggerakkan produk pangan lokal. Misalnya buah, sayur, telur, dan daging produk masyarakat di Bali. “Spirit kita semua sama, membantu masyarakat yang terdampak. Namun, alangkah baiknya spirit itu juga memiliki efek berantai ke produk pangan lokal kita,” kata anggota Komisi II DPRD Bali, AAN Adhi Ardhana, Rabu (29/4/2020).

Dia mengutarakan hal itu saat dimintai tanggapan maraknya bantuan sembako ke masyarakat, baik oleh instansi pemerintah, donator, maupun desa adat, yang masih menyelipkan mi instan. Padahal mi instan bukan termasuk bahan pokok untuk dikonsumsi masyarakat. Selain itu, belum ditemukan ada bantuan sembako yang menyertakan daging, buah, dan sayur dari produk pangan lokal.

Bacaan Lainnya

Mengenai opini pemerintah daerah masih minim perhatian dalam menggerakkan produk pangan lokal, meski tidak membantah, dia menilai pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Argumennya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali pada 23 April lalu merilis surat edaran kepada kepala dinas pertanian kabupaten/kota di Bali. Isinya imbauan agar paket sembako yang dibagikan dinas sosial, desa dinas, desa adat dan berbagai pihak lainnya dilengkapi dengan aneka bumbu, sayuran, buah, daging, dan telur hasil produk lokal. Produk itu agar dibeli langsung dari kelompok tani/ternak binaan di masing-masing wilayah.

Baca juga :  Calon di Badung Siapkan Syarat Pendaftaran, KPU Bali Ingatkan Penerapan Prokes

“Kalau melihat konteksnya, surat itu bertujuan membantu penyerapan produk petani dan peternak kita di Bali. Sebab, selama ini mereka relatif terkendala pemasaran ke hotel, restoran, pasar umum dan pasar modern karena ada kebijakan distansi sosial,” urainya.

Disinggung surat edaran tersebut belum bergema secara praktik di lapangan, Ardhana tidak memungkiri. Namun, alih-alih berpolemik, dia lebih melihat bagaimana agar imbauan Pemprov Bali itu bisa diamplifikasi dan benar-benar dieksekusi di lapangan. Di satu sisi, kata dia, keinginan semua elemen agar bisa tersalurkan dalam membantu mereka yang membutuhkan. Di sisi lain, sambungnya, bantuan tersebut memiliki efek berganda terhadap sisi ekonomi petani dan peternak lokal. “Apa istilahnya itu ya? Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” cetusnya terkekeh. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.