POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Guru masa kini dituntut untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang relevan agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era modern. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan, keterampilan ini bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dari profesionalitas guru.
‘’Tanpa kemampuan digital yang memadai, proses pembelajaran berpotensi menjadi kurang menarik, tidak efektif, dan tertinggal dari perkembangan zaman,” ujar Wiratama saat menyampaikan kebijakan pendidikan Kota Denpasar pada workshop reviu kurikulum yang digelar SMP PGRI 2 Denpasar, Jumat (5/6/2026).
Wiratama memberikan apresiasi kegiatan ini. Ia menyampaikan kegiatan ini memberikan kontribusi positif memperkaya pengalaman guru dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. “Guru di era digital tidak bisa lagi mengajar dengan pola lama. Kita harus menghadirkan pembelajaran yang mendalam, relevan, dan memanfaatkan teknologi. Itulah jalan menuju pendidikan yang lebih bermutu,” ujarnya.
Kadisdikpora mengingatkan, kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah literasi digital. Literasi ini mencakup kemampuan memahami, menggunakan, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber digital. Guru perlu mampu membedakan informasi yang valid dan tidak, terutama di tengah maraknya hoaks dan misinformasi.
Agenda workshop dengan tema “Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Literasi Digital”, kata Wiratama, merupakan jawaban atas tantangan era digital sekaligus upaya membekali generasi muda dengan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. Dan pembelajaran mendalam menekankan pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan.
Literasi digital juga menjadi bekal penting agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. kedua hal ini saling melengkapi dalam membentuk profil pelajar Pancasila yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.
Hal senada juga disampaikan Plh. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Dr. I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST, M.Pd., bahwa kegiatan ini memberikan penguatan kompetensi guru dalam membuat dan menerapkan sumber belajar berbasis teknologi. Ini juga sebagai bukti bahwa sekolah ini terus bergeliat untuk meningkatkan mutu.
‘’Saat ini diperlukan guru yang cerdas. Guru yang cerdas berarti gurunya juga pandai. Ditambah dengan guru yang mau kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas,’’ ujarnya.
Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., mengatakan workshop ini menjadi sangat strategis sebagai ruang refleksi, evaluasi, dan penyempurnaan kurikulum sekolah agar benar-benar relevan dengan kebutuhan peserta didik di masa kini dan masa depan. Terlebih tahun ajaran 2026/2027 merupakan momentum yang sangat penting bagi SMP PGRI 2 Denpasar, karena dipercaya oleh Kementerian Pendidikan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Menurutnya, Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Literasi Digital sangat sejalan dengan arah pengembangan SMP PGRI 2 Denpasar. Dalam workshop ini, kata dia, juga memperdalam pemanfaatan IFP (Interactive Flat Panel) sebagai salah satu media pembelajaran digital yang telah tersedia di SMP PGRI 2 Denpasar.
‘’Dengan adanya penguatan literasi digital ini, guru diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam praktik mengajar, sehingga dapat mendukung terciptanya pembelajaran modern yang lebih bermakna dan sesuai dengan tuntutan kurikulum serta kebutuhan abad ke-21,’’ ujar Ayu Sri Wahyuni yang juga Sekum PGRI Bali ini.
Agenda workshop yang berlangsung tiga hari mulai 5–7 Juni 2026 menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang pendidikan, yakni Erry Trisna Nurhayana, S.Pd., M.Pd. (Pengawas SMP) dan I Nyoman Haryantara, S.Pd. (Guru Pejuang Digital Provinsi Bali). Selama tiga hari, peserta workshop mendapatkan penguatan mengenai Kebijakan pendidikan terkini, Reviu Kurikulum Satuan Pendidikan, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), penyusunan modul ajar terintegrasi, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam pembelajaran, serta penyusunan kalender akademik, program tahunan, program semester, ATP, dan modul ajar. tra























