POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kian meningkatnya kasus gigitan anjing rabies sejak beberapa pekan terakhir, membuat Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, angkat bicara, Selasa (20/6/2023). Menimbang kasus rabies muncul sejak lama, dia minta Pemkab Bangli melakukan upaya pencegahan dan vaksinasi secara berkesinambungan. Alasannya, situasi saat ini mungkin kelemahan semua pihak, karena tidak konsisten melakukan vaksinasi.
“Atau bisa dianggap karena lama tidak ada kasus, sehingga tidak akan muncul lagi rabies. Intinya kita lengah, padahal semestinya vaksinasi dilakukan kontinu, misalnya sebulan sekali,” ujarnya.
Disinggung masalah anggaran, dia mengklaim legislatif menyatakan komitmen untuk mendukung sejak lama. Jika memang ada kendala kurang anggaran, bisa menggunakan anggaran bencana. Jika memang itu dianggap bencana, bisa dilakukan pengadaan vaksin.
Selain itu, jika bersifat mendesak, bisa juga dengan menggunakan anggaran perubahan mendahului. Apalagi dari kasus gigitan kemarin yang di Batur, terindikasi positif rabies. “Dari gerak-geriknya memang sudah mengarah anjing rabies, namun kita tunggu juga hasil pemeriksaan sampel dari lab,” katanya.
Menurutnya, usai ada kasus gigitan kembali, langkah-langkah sudah dipenuhi dari desa bersurat kepada daerah mohon dilakukan vaksin hewan peliharaan. Selain itu, pihak desa juga mengimbau masyarakat untuk menjaga anjing peliharaan dengan baik dan benar. Dia memandang desa dan Pemkab sudah melakukan langkah cepat dan tepat. Tetapi, vaksinasi harus dilakukan berkesinambungan, apalagi anggarannya selalu ada setiap tahun.
Untuk itu, Carles mendorong pemerintah daerah hingga desa untuk bersama-sama konsisten, dan lebih komit dalam mencegah penyebarluasan rabies. Sebab, selain bisa memakan korban jiwa, rabies juga bisa mempengaruhi perekonomian, khususnya para pemuliabiakan anjing kintamani dan sektor pariwisata. “Dalam hal ini, kami juga mengimbau peran serta masyarakat yang memelihara anjing untuk merawat peliharaan dengan baik dan benar,” pesannya. gia























