Lagi, Senderan Jalan Selati-Tanggahan Talangjiwa Jebol

  • Whatsapp
SENDERAN jalan Selati-Tanggahan Talangjiwa, Bangli yang kembali jebol. foto: gia

BANGLI – Hujan lebat kembali menjadi pemantik jebolnya senderan jalan penghubung Dusun Selati di Desa Bunutin -Dusun Tanggahan Talangjiwa, Desa Demulih, Susut, Kabupaten Bangli, Bali. Kerusakan diikuti tergerusnya bahu jalan. Kejadian tersebut membuat akses jalan terganggu, karena hanya dapat dilalui sepeda motor saja.

Berdasarkan pantauan pada Senin (28/12/2020), senderan yang jebol berada di atas aliran Sungai Sangsang. Panjangnya mencapai 5 meter dengan kedalaman 20 meter, dan materialnya sebagian menutupi saluran air. Kurangnya tanda peringatan untuk para pemakai jalan menyebabkan ada sejumlah mobil melintasi jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Dusun Selati, I Nengah Sunarta, yang dimintai komentar mengatakan, senderan jebol pada Senin (28/12/2020) sekitar pukul 03.00. Musibah itu terjadi setelah hujan deras turun sore harinya yang mengakibatkan air got dari arah Tanggahan Talangjiwa maupun dari Selati meluap sampai menggenangi jalan.
“Senderan itu jebol saat ada air bah. Volume air yang besar juga menggerus bahu jalan,” jelasnya.

Meski masih bisa dilalui sepeda motor, dia menyebut itu juga harus sangat hati-hati. Mengingat struktur tanah masih labil dan dikhawatirkan jebolnya melebar, jalur tersebut jadi rawan untuk dilalui dua arah. Mengantisipasi hal tersebut, saat ini jalur menuju Tanggahan Talangjiwa maupun dari Selati hanya boleh dilalui sepeda motor dengan lebar hanya satu meter.

Baca juga :  Puskesmas Sukawati 1 Akan Ditutup Sementara

Dia bersama Bhabinkamtibmas Desa Bunutin, Brigadir Padmayasa, sinergi dengan Babinsa sudah melapor ke Kepala Desa Bunutin untuk diteruskan ke Pemkab Bangli. Harapannya Pemkab segera turun tangan, karena jika tidak maka dikhawatirkan akan lebih parah lagi mengingat masih musim hujan.

Untuk diketahui, sebelumnya senderan jalan tersebut juga longsor pada Sabtu (19/12/2020) pagi, dengan lokasi di sebelah selatan. Panjangnya mencapai 10 meter dan tinggi 3,5 meter. Penyebabnya sama, yakni tekanan air saat hujan sangat besar.

Pembangunan jalan itu menelan anggaran Rp 1,8 miliar, dikerjakan mulai April 2015 dan rampung pada akhir Agustus 2015. Waktu pemeliharaan berlangsung hingga Februari 2016 lalu. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.