2021, Klungkung Ditarget Tidak Ada BAB Sembarangan

  • Whatsapp
BUPATI Suwirta (kanan) menyerahkan Sertifikat Deklarasi Desa ODF di ruang rapat kantor Bupati Klungkung, Senin (28/12/2020). foto: is

KLUNGKUNG – Kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijaga dengan baik, dan salah satu cara menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Pesan itu disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat menyerahkan Sertifikat Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF) atau Desa Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan di ruang rapat kantor Bupati Klungkung, Senin (28/12/2020).

Bacaan Lainnya

Desa yang menerima ODF yakni Desa Pikat, Desa Tangkas, Desa Nyalian dan Desa Batumadeg. Bupati mengucapkan selamat kepada desa yang menerima sertifikat ODF, dan bagi yang belum mencapai status ODF agar termotivasi untuk segera mewujudkan. Caranya dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam kehidupan sehari-hari.

”Pergub maupun perda tentang tata cara memilah sampah juga agar selalu diikuti dengan baik,” imbuh Bupati Suwirta di hadapan Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Made Adi Swapatni.

Made Adi Swapatni menambahkan, belum semua desa dan kelurahan di Klungkung mendeklarasikan ODF. Dari 59 desa/kelurahan yang ada, 47 terverifikasi ODF dari tahun 2017 sampai tahun 2020. Rinciannya, 13 desa di wilayah Kecamatan Banjarangkan, 17 desa di Kecamatan Klungkung, 9 desa di Kecamatan Dawan, dan 8 desa di Kecamatan Nusa Penida.

Baca juga :  Pergub 46/2020 Mulai Berlaku, Cok Ace: Kuncinya Menimbulkan Kesadaran Masyarakat

Untuk yang belum ODF, sebutnya, terdapat di Kecamatan Klungkung yaitu Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, di Kecamatan Dawan yakni Desa Pesinggahan, Desa Kusamba dan Desa Gunaksa; di Kecamatan Nusa Penida ada Desa Sekartaji, Desa Suana, Desa Kutampi, Desa Tanglad, Desa Pajukutan, Desa Klumpu, Desa Bunga Mekar dan Desa Sakti.

Khusus untuk Kecamatan Banjarangkan, semua terverifikasi ODF. “Semoga tahun 2021 seluruh desa/kelurahan sudah ODF, sehingga mampu menekan penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan yang tidak sehat,” harapnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.