DENPASAR – MGMP TIK Kota Denpasar, MKKS SMP Kota Denpasar serta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bergerak cepat menyosialisasikan Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar yang telah diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengatasi krisis pembelajaran. Pada Selasa (22/2/2022), seluruh kepala SMP negeri dan swasta di Kota Denpasar dikumpulkan untuk mengikuti workshop mengambil tema “Kurikulum Merdeka Sebagai Solusi Sistemik Mengatasi Krisis Pembelajaran dan Learning Loss”.
Agenda workshop secara khusus mengundang pembicara A. Indra Charismiadji (Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pendidikan) dan Feisal Ghozaly. LL.B (Hons), LL.M (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemdikbud Ristek). Agenda workshop digelar selama tiga hari hingga Kamis (24/2).
Ketua MKKS SMP Kota Denpasar, Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., mengatakan, workshop ini bertujuan agar kepala sekolah mengetahui kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka di masa pemulihan pembelajaran yang nantinya akan diimplementasikan ke sekolah masing-masing. Strategi pembelajaran serta implikasi penerapan kurikulum merdeka dengan paradigma baru. Digitalisasi pembelajaran, memahami implementasi Kurikulum Merdeka pada sekolah penggerak, dan memahami pembelajaran inovatif dan kreatif.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., mengatakan, Kurikulum Merdeka memberikan sekolah keleluasaan dalam menerapkan model pembelajaran kolaboratif untuk masing-masing mata pelajaran juga membuat asesmen lintas mata pelajaran. Dan, Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberikan ruang lebih luas pada pengembangan kompetensi dasar.
Wiratama menegaskan, penerapan Kurikulum Merdeka ini adalah pembelajaran yang tidak hanya bertumpu pada target materi, namun pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dengan menitik beratkan pada materi yang lebih esensial. Pembelajaran menjadi lebih baik dengan meningkatnya karakter siswa. Potensi siswa bisa lebih tergali dengan berbagai kesempatan belajar yang menyenangkan, dengan berjuta harapan learning loss dapat dicegah sebagai dampak pandemi Covid-19 yang berkelanjutan.
Sementara Indra Charismiadji mengatakan, tantangan dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah menyiapkan peserta didik untuk menghadapi era 5.0. Paradigma baru pada Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang bebas dalam belajar. Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, guru harus mempunyai keahlian khusus dalam penerapan strategi yang bagus di kelas.
Pembelajaran berbasis proyek, sambung Indra Charismiadji, dianggap penting untuk pengembangan karakter siswa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning). Siswa mengalami sendiri bagaimana bertoleransi, bekerja sama, saling menjaga, dan lain-lain, juga mengintegrasikan kompetensi esensial dari berbagai disiplin ilmu. tra























