Empat Titik di Gianyar Ditetapkan Kampung Iklim 2022

TPA Temesi akan ditata. Ada empat desa dan kelurahan di Gianyar yang ditetapkan sebagai Kampung Iklim Tahun 2022, yakni Desa Sukawati, Desa Taro, Desa Batuan, dan Kelurahan Ubud. Foto: adi
TPA Temesi akan ditata. Ada empat desa dan kelurahan di Gianyar yang ditetapkan sebagai Kampung Iklim Tahun 2022, yakni Desa Sukawati, Desa Taro, Desa Batuan, dan Kelurahan Ubud. Foto: adi

GIANYAR – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari, dan peringatan HPSN tahun 2022 ini secara nasional dipusatkan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta secara daring. Peringatan ini dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, diikuti kementerian/lembaga di pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan stakeholder terkait. Kegiatan ini guna mengenang musibah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005.

Alue Dohong dalam sambutannya mengatakan, HPSN 2022 jadi peringatan penting bagi masyarakat untuk peduli sampah yang dihasilkan setiap hari. Masalah sampah harus menjadi fokus seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, aktivis, dunia usaha bahkan individu yang setiap hari menghasilkan sampah. Pengelolaan sampah yang benar,kata dia, dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Read More

“Dengan begitu kesehatan masyarakat juga dapat terjaga. Sampah berada dalam kehidupan kita sehari-hari, dan kita selalu hidup berdampingan dengan sampah,” pesannya. 

Peringatan HPSN dilakukan untuk kembali mengingatkan persoalan sampah harus jadi perhatian utama. Hal ini merujuk pada penanganan dan pengelolaannya, yang membutuhkan peran serta seluruh komponen masyarakat. Sampah merupakan sumber penghasil emisi gas rumah kaca, yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

HPSN tahun ini yang mengusung tema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim” menyinergikan tiga program utama yakni pengelolaan sampah,  pengendalian perubahan iklim dalam hal pengurangan emisi di program kampung iklim (Proklim), serta Perhutanan Sosial. 

Pada peringatan HPSN tahun ini, hadir secara daring Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya; bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Ni Made Mirnawati; dan Perbekel Desa Batuan, Desa Sukawati, Desa Taro, dan Lurah Ubud.

Made Gede Wisnu Wijaya usai kegiatan mengatakan, pada peringatan HPSN tahun ini Gianyar mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dan ditetapkan sebagai lokasi pendampingan peningkatan kapasitas kampung iklim (Proklim). Ada empat desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai Kampung Iklim Tahun 2022, yakni Desa Sukawati, Desa Taro, Desa Batuan, dan Kelurahan Ubud. Keempat titik ini akan didampingi untuk pengelolaan dan pengurangan sampah, hingga dapat berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebagai upaya pengendalian perubahan iklim.

Penunjukkan ini, terangnya, berdasarkan pertimbangan kebijakan Bupati Gianyar dalam pengelolaan sampah sangat strategis dan mendasar. Karena itu, Kabupaten Gianyar dapat melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah dengan baik. Upaya Bupati Gianyar mengintegrasikan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dimulai dari pemilahan sampah oleh rumah tangga, pembangunan TPS3R di setiap desa untuk mengolah sampah. Program ini bersinergi dengan Puspa Aman dan Hatinya PKK, pembentukan Bank Sampah Induk/Unit yang begitu masif, serta penataan TPA Temesi.

Dari catatan, HPSN untuk memperingati tragedi longsor gunungan sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005. Longsornya gunungan sampah menimpa perkampungan warga di Cilimus dan Pojok, Jawa Barat. Tragedi terjadi akibat tingginya curah hujan dan ledakan gas metana dari tumpukan sampah. 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.