POSMERDEKA.COM, DENPASAR — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali terus mendorong transformasi pembelajaran melalui Pelatihan STEAM bagi Fasilitator Daerah Jenjang SMA/SMK. Kegiatan yang berlangsung pada 30 September hingga 3 Oktober 2026 di BGTK Provinsi Bali ini bertujuan memperkuat kapasitas fasilitator daerah dalam menggerakkan pembelajaran yang kreatif, kritis, kolaboratif, inovatif, serta relevan dengan tantangan kehidupan nyata.
Kepala BGTK Provinsi Bali, Dr. I Wayan Surata, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa dalam kebijakan BGTK Bali, STEAM tidak ditempatkan sebagai mata pelajaran baru. STEAM difungsikan sebagai pendekatan strategis yang mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics ke dalam proses pembelajaran.
”Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami materi, tetapi juga menggunakan pengetahuan mereka untuk memahami persoalan, merancang solusi, menghasilkan karya, menguji gagasan, serta melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajarnya,” ujar Surata.
Ia menekankan bahwa pelatihan ini berfokus pada formula STEAM = THINK + CREATE + SOLVE + REFLECT. Fasilitator daerah didorong untuk memahami bahwa pembelajaran dimulai dari kemampuan menemukan dan menganalisis masalah, dilanjutkan dengan merancang serta menghasilkan karya, menguji solusi terhadap persoalan nyata, hingga merefleksikan dan memperbaiki hasil pembelajaran. Dengan demikian, STEAM tidak sekadar mengajarkan lima bidang ilmu secara bersamaan, melainkan memanfaatkan beragam cara berpikir untuk menyelesaikan satu persoalan nyata.
Lebih lanjut, Surata menyampaikan bahwa penguatan fasilitator daerah sangat krusial agar mereka mampu menjadi penggerak praktik pembelajaran STEAM di sekolah dan daerah masing-masing. Fasilitator tidak berhenti pada penguasaan konsep semata, melainkan turut mendampingi guru dalam merancang pembelajaran, mempraktikkannya di kelas, merefleksikan hasil, berbagi praktik baik, serta mengembangkannya agar dapat diterapkan secara lebih luas.
”Pola pengembangan kompetensi tersebut sejalan dengan pendekatan Learn – Practice – Reflect – Share – Scale yang dikembangkan oleh BGTK Bali,” tambahnya.
Dalam konteks lokal Bali, Surata menuturkan bahwa penerapan STEAM dapat dihubungkan dengan potensi serta isu-isu setempat. Keberadaan sistem Subak, arsitektur tradisional Bali, pengelolaan sampah dan lingkungan, seni dan budaya, hingga isu ketahanan air dapat menjadi sumber belajar yang autentik.
”Peserta didik dapat diajak mengamati persoalan di lingkungan sekitar, menganalisis penyebabnya, merancang solusi, membuat produk atau karya, serta menguji dan memperbaikinya. Cara ini membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata sekaligus mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi (high-order thinking skills),” ungkapnya.
BGTK Bali juga menempatkan STEAM sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat pembelajaran mendalam (deep learning) dan mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan semakin terbiasa berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, berkomunikasi, mandiri, dan mampu memberikan solusi yang relevan bagi masyarakat.
Surata menambahkan bahwa keberhasilan pelatihan STEAM tidak sekadar diukur dari jumlah peserta yang hadir. Hal terpenting adalah bagaimana kompetensi tersebut memicu perubahan nyata pada proses belajar-mengajar di sekolah. BGTK Bali mengukur tingkat keberhasilan ini mulai dari peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual, perkembangan kemampuan peserta didik, hingga tumbuhnya ekosistem kolaborasi dan komunitas belajar di sekolah.
Melalui pelatihan ini, Surata menegaskan bahwa STEAM harus bertransformasi dari konsep menjadi praktik, dari kegiatan pelatihan menjadi ekosistem, serta dari program kerja menjadi dampak nyata di sekolah.
“Kita tidak sedang menyiapkan anak-anak hanya untuk menjawab soal hari ini. Kita sedang menyiapkan mereka untuk memecahkan persoalan masa depan yang belum pernah kita hadapi,” tegas Surata memungkasi. tra
























